Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

REDD+ Dorong Penuntasan RUU PPMHA

Badan Pengelola REDD+ Indonesia mendorong RUU Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (PPMHA) terealisasi sebelum masa kerja DPR RI berakhir tahun ini.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 25 Juni 2014  |  19:31 WIB
Kepala BP REDD Indonesia Heru Prasetyo - bisnis.com
Kepala BP REDD Indonesia Heru Prasetyo - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengelola REDD+ Indonesia mendorong RUU Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (PPMHA) terealisasi sebelum masa kerja DPR RI berakhir tahun ini.

Kepala BP REDD+ Indonesia Heru Prasetyo mengatakan dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, UU itu penting supaya pemerintah dan korporasi tidak mengesampingkan masyarakat adat yang tinggal dan bergantung dari sumber hutan.

“Pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat hukum adat semakin ditegaskan dengan dikeluarkannya putusan MK Nomor 35/PUU-X tentang Hutan Adat. Kami berharap RUU PPMHA terwujud di DPR tahun ini,” kata Heru Prasetyo, di Jakarta, Rabu (25/06/2014).

Dalam konsultasi publik dan diskusi ahli membahas RUU itu, kata Heru, telah muncul duluan keputusan MK dan payung-payung hukum lain mengatur keberadaan dan hak-hak masyarakat hukum adat.

Menurutnya, pengakuan hak dan perlindungan masyarakat hukum adat juga diatur dalam UU Pokok Agraria Tahun 1960, UU Kehutanan Nomor 41 Tahun 1999 dan UU Nomor 32 tentang Perlindungan Lingkungan Hidup hingga terakhir adalah UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Sayangnya, hak tenural yaitu hak kepemilikan tanah dan pengelolaan lahan sebagai syarat utama belum berpihak pada hak masyarakat hukum adat,” ungkapnya.

Padahal, lebih lanjut tambahnya, dalam Permenhut 62/2013 dan Permentan Nomor 98 Tahun 2013 juga mengatur mengenai hutan adat dalam proses pengukuhan kawasan hutan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

redd+ hutan adat
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top