Harga Perkantoran Meroket, Small Office home Office Bisa Jadi Alternatif

Properti multifungsi small office home office (soho) dinilai menjadi alternatif di tengah tingginya harga ruang perkantoran di pusat kota.
Oktaviano DB Hana | 30 Mei 2014 14:42 WIB
Small Office home Office. Alternatif di tengah tingginya harga perkantoran - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA --Properti multifungsi small office home office (soho) dinilai menjadi alternatif di tengah tingginya harga ruang perkantoran di pusat kota.
 
CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono mengatakan dengan ukuran yang relatif kecil harga properti multifungsi ini cenderung memiliki harga terjangkau.
 
Dengan begitu, jelasnya, sangat cocok bagi perusahaan yang baru dirintis. Selain itu, properti ini sekaligus dapat menjadi hunian bagi pengusaha muda yang belum menikah, mahasiswa dan juga sebagai rumah bagi pasangan muda.
 
‎"Dan ini juga praktis. Jadi, target marketnya biasanya perusahaan freelance, start up company atau baru mulai berdiri. Kalau untuk hunian, ya cocoknya untuk single atau pasangan Muda tanpa anak," katanya kepada Bisnis, Kamis (29/5/2014)
 
Dia menjelaskan properti jenis soho memiliki kesamaan dengan rumah toko (ruko) dan rukan (rumah kantor). Oleh sebab itu, dia menuturkan jenis properti ini akan sangat berpotensi dikembangkan pada pusat area komersial di pinggiran kota.
 
"Terutama di letak strategisnya kalau di pinggiran Jakarta," ungkapnya.
 
Hingga saat ini, lanjut Hendra, rerata penyerapan jenis properti tersebut di atas 70%. Menurut data Leads Property, sambungnya, terdapat 3 proyek soho di Jabodetabek.
 
Salah satunya, kata dia, berlokasi di Alam Sutera dengan kisaran harga Rp18 juta-Rp19 juta/m2 dan tingkat penyerapan mencapai 90%. Selanjutnya, sebuah proyek di Tomang, Jakarta Barat dengan harga rata-rata Rp28 juta/m2 dan terserap 80%.
 
"Satu lagi di MT Haryono dengan harga di kisaran Rp27 juta/m2. Tingkat penyerapan 70%," ungkapnya.
 
Secara terpisah, CEO Triniti Property Group Bong Chandra mengatakan kendati mirip dengan rukan, jenis properti soho relatif lebih terjangkau sebab dikembangkan sebagai hunian vertikal (strata title).
 
Dengan begitu, dia menuturkan properti multifungsi ini menjadi alternatif yang tepat bagi pengusaha muda di tengah tingginya harga jual atau sewa ruang perkantoran di Jakarta.
 
Hal itu, jelasnya, terbukti denagn tingkat penyerapan yang cukup tinggi sejak soho mulai diperkenalkan dipasarkan dalam 2-3 tahun terakhir.
 
"Anak-anak muda mau berkantor tapi lahan terlalu mahal. Soho jadi solusi, tempat tinggal dan berkantor. Apalagi, harga sewa kantor di Sudirman bisa mencapai 500 ribu/m2/bulan," katanya.
 
Menurutnya, pengembangan properti multifungsi ini juga akan prospektif dikembangkan ke depan, terutama di pinggiran Jakarta, seperti di Cibubur, Serpong dan Bekasi.

Tag : soho
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top