Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DAFTAR NEGATIF INVESTASI: Pengusaha Logistik Sambut Pembatasan Investasi Asing

Pelaku usaha sektor logistik merespon baik kebijakan pemerintah yang mengeluarkan Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2014, tentang investasi bidang usaha (daftar negatif investasi/DNI) yang membatasi investasi asing.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 18 Mei 2014  |  19:53 WIB
DAFTAR NEGATIF INVESTASI: Pengusaha Logistik Sambut Pembatasan Investasi Asing
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku usaha sektor logistik merespon baik kebijakan pemerintah yang mengeluarkan Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2014, tentang investasi bidang usaha (daftar negatif investasi/DNI) yang membatasi investasi asing.

Managing Director PT Combi Logistik Indonesia Arman Yahya mengatakan pihaknya mengapresiasi pembatasan kepemilikan bagi modal asing di sektor logistik, khususnya jasa pergudangan, distribusi dan cold storage.

Menurutnya, pembatasan itu akan memacu pemain lokal agar dapat menguasai pasar jasa yang lebih besar.

“Agar jadi tuan di negeri sendiri,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (18/5/2014).

Dari ketiga sektor jasa tersebut, melalui peraturan itu, pemerintah membatasi kepemilikan asing hanya sekitar 33%. Ada pun keleluasaan kepemilikan hingga 67%, berlaku jika investasi dilakukan di kawasan Indonesia Timur, seperti Maluku dan Papua.

Hal serupa juga diungkapkan Direktur PT Multi Logisitik Padaruddin yang menyatakan peraturan tersebut telah membuka peluang kerjasama antara pemain lokal dengan pemain asing.

Kemitraan tersebut dimungkinkan karena pemain asing harus bekerjasama bila ingin merambah pangsa logistik nasional.

“Hal ini merupakan kesempatan kepada pengusaha lokal dan nasional,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daftar negatif investasi industri logistik
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top