Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JELANG LEBARAN: Industri Diminta Buat Jadwal & Kapasitas Produksi

Menghadapi Lebaran, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) meminta pelaku industri untuk membuat jadwal dan kapasitas barang yang akan didistribusikan untuk memenuhi permintaan saat Lebaran.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 12 Mei 2014  |  16:33 WIB
JELANG LEBARAN: Industri Diminta Buat Jadwal & Kapasitas Produksi

Bisnis.com, JAKARTA- Menghadapi Lebaran, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) meminta pelaku industri untuk membuat jadwal dan kapasitas barang yang akan didistribusikan untuk memenuhi permintaan saat Lebaran.

Ketua Umum ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan saat ini pihaknya tengah berkordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait persiapan menghadapi Lebaran.

Meski dwelling time masih akan terjadi pada Lebaran tahun ini, dia berharap dewlling time di pelabuhan, khususnya Pelabuhan Tanjung Priok bisa dikurangi.

“Walaupun pasti akan terjadi, kami mendorong pelaku industri untuk menghitung dari sisi impor dan ekspor atau pengiriman dalam negeri untuk permintaan Lebaran. Lebaran sudah diketahui tanggalnya, jadi seluruh pihak harus memiliki jadwal yang baik,” kata Yukki, Senin (12/5/2014).

Tahun lalu, proses dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 14 hari-20 hari. Dia berharap, tahun ini bisa dikurangi hanya menjadi 5 hari-6 hari.

“Dengan kemacetan luar biasa saja dua minggu, tanpa kemacetan bisa 5 hari-6 hari. Tahun lalu kerugian Rp1 triliun-Rp2 triliun,” tambahnya.

Selain pelaku industri yang harus mengatur jadwal, pelabuhan dan jadwal kapal juga harus disiapkan. Dengan kata lain, seluruh pihak harus saling koordinasi. Jangan sampai seperti masing-masing pihak saling menyalahkan.

“Yang diurus bukan hanya Tanjung Priok, ada 18 pelabuhan lain dengan masalah berbeda.”

Sekretaris Jenderal ALFI Akbar Djohan menambahkan pemerintah untuk mengoptimalkan dry port di Cikarang dan Kawasan Berikat Nusantara guna mengurangi dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pemanfaatkan kedua tempat itu agar peti kemas yang akan didistribusikan melalui Tanjung Priok tidak menumpuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri alfi
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top