Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sulit Atasi Tata-Niaga Impor Daging, Kementan Dapat Bantuan KPK

Pemerintah mengakui bahwa negara memiliki kelemahan dalam aspek distribusi dan pengendalian tata-niaga perdagangan daging sapi di pasar konsumen.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 27 April 2014  |  10:12 WIB
Daging sapi impor. Kementan dapat bantuan pengawasan dari KPK - Bisnis
Daging sapi impor. Kementan dapat bantuan pengawasan dari KPK - Bisnis


Bisnis.com, JEMBRANA, BALI--Pemerintah mengakui bahwa negara memiliki kelemahan dalam aspek distribusi dan pengendalian tata-niaga perdagangan daging sapi di pasar konsumen.

Hal ini membuat Indonesia harus mengimpor sapi potong sedikitnya 115.000 ton pada tahun ini, meskipun secara matematis peternak lokal bisa menyediakan kebutuhan tersebut.

"Potensi produksi peternak lokal itu 540.000 ton, kebutuhan 575.000 ton, tapi yang tersedia di pasaran hanya 460.000 ton. Ini karena masalah infrastruktur, distribusi dan tata-niaga," tutur Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Sabtu (26/4/2014).

Namun, paparnya, sejak beberapa waktu ini pihaknya telah mendapat pendampingan dari Litbang Komisi Pemberantasanb Korupsi agar sektor-sektor lain bisa mendukung dalam penyediaan daging, dan secara umum pangan nasional.

Syukur menggambarkan, sejak awal ini Kementan dan Kementerian Perhubungan tengah membentuk satuan tugas (task force) dan menyusun program aksi untuk mengatasi soal distribusi pangan.

"Dalam 2 tahun sarana dan prasara pangan sudah beroperasi," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor daging sapi
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top