EKSPANSI BISNIS: Aerowisata Buru Dana Segar Untuk Lebarkan Usaha

Perusahaan jasa PT Aerowisata memburu dana sekitar Rp820 miliar untuk ekspansi dua hotel baru serta fasilitas sentral produksi makanan beku pada 2014.
Lavinda | 02 April 2014 14:10 WIB
Ilustrasi/Salah satu properti milik Aerowisata

Bisnis.com, DENPASAR -- Perusahaan jasa PT Aerowisata memburu dana sekitar Rp820 miliar untuk ekspansi dua hotel baru serta fasilitas sentral produksi makanan beku pada 2014.

Direktur Utama Aerowisata Alexander Maria Tae Maneklaran menyampaikan pihaknya akan membangun dua properti hotel di Surabaya dan Cengkareng dengan nilai investasi masing-masing Rp115 miliar dan Rp305 miliar.

“Untuk anak usaha kami Aerofood juga akan membangun central production facility dengan nilai investasi cukup besar Rp400 miliar,” katanya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Properti hotel di Surabaya akan mulai dibangun pada semester I/2014 dan membutuhkan waktu pengerjaan selama setahun.

Penginapan dengan fasilitas 160 kamar itu sebagian besar kemungkinan digunakan para kru pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, induk usaha Aerowisata.

Selanjutnya, properti di Cengkareng akan mulai dibangun pada semester kedua 2014 secara bertahap sampai 3 tahun.

Konstruksi lebih lama dan dana investasi lebih tinggi karena dilengkapi dengan unit perkantoran dan apartemen.

“Untuk hotel di Cengkareng total kamarnya 150 unit, tetapi di dalam areanya ada juga perkantoran dan apartemen, jadi lebih rumit,” jelasnya.

Di luar properti hotel, Aerowisata melalui anak usahanya PT Aerofood Indonesia juga merencanakan pembangunan central production facility di Balaraja, Banten. Itu akan menjadi fasilitas terbesar untuk memproduksi makanan beku guna memenuhi kebutuhan pengiriman makanan ke bandara.

“Kami sudah punya tanah seluas 3 hektar di Balaraja, nanti akan dibangun di sana. Tahun ini masih studi, pembangunan mulai tahun depan,”sebutnya.

Menurut Alex, perseroan sedang berdiskusi dengan pemegang saham terkait opsi fasilitas pendanaan. pihaknya juga sudah menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai penasihat keuangan untuk memenuhi kebutuhan dana.

“Pendanaan kombinasi dari internal dan perbankan. Ada opsi obligasi juga tapi belum diputuskan,”papar Maria.

Aerowisatas memiliki empat lini bisnis yakni jasa hotel dan resort, jasa penyedia makanan, jasa transportasu, dan jasa travel.

Anak perusahaan Aerowisata antara lain, PT Aerofood Indonesia, PT Aerotrans Services Indonesia, PT Aero Hotel Management, PT Mirtasari Hotel Development, PT Senggigi Pratama International, PT Bina Inti Dinamika, PT Aero Globe Indonesia, PT Aerojasa Perkasa, Garuda Orient Holiday Pty Ltd, Australia & NZ, Garuda Orient Holiday, Jepang Co, Ltd, dan Garuda Orient Holiday, Korea, Co, Ltd.

Tag : ekspansi bisnis, aerowisata
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top