Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Petrokimia Global Pada Februari Turun 3%

Harga petrokimia di pasar global turun 3% pada Februari 2014 dibandingkan dengan Januari 2014. Adapun, harga petrokimia global pada Februari US$1.387 per ton.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 16 Maret 2014  |  16:33 WIB
Harga Petrokimia Global Pada Februari Turun 3%
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Harga petrokimia di pasar global turun 3% pada Februari 2014 dibandingkan dengan Januari 2014. Adapun, harga petrokimia global pada Februari US$1.387 per ton.

Berdasarkan data bulanan Platts Global Petrochemical Index (PGPI), memudarnya harga petrokimia global terjadi lantaran turunnya harga naptha global pada Februari menjadi US$613/mt dari US$621/mt pada Januari 2014.

Naptha merupakan bahan baku utama petrokimia, dan menjadi indikator utama produk petrokimia seperti olefin dan polimer. Harga naptha pada Februari jatuh meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan yang moderat.

Adapun, petrokimia digunakan untuk membuat plastik, karet, nilon, dan produk konsumen lainnya dalam industri manufaktur, konstruksi, farmasi, penerbangan, elektronik dan berbagai industri komersial lainnya.

Harga olefin, yang merupakan sekelompok senyawa hidrokarbon untuk banyak petrokimia yang dapat diproduksi dengan menggunakan naptha, menurun pada Februari, menyusul penurunan harga naptha. Harga etilena turun 4% menjadi US$1.291/mt pada Februari, turun dari US$ 1.351/mt pada Januari. Begitupun dengan polietilena, polimer yang dihasilkan dari etilena, juga bergerak lebih rendah atau jatuh 3% dari bulan lalu menjadi US$1.655 /mt dari US$1.700/mt.

Kemudian, rata-rata harga propilena global sebesar US$1.405/mt pada Februari ini atau turun 1 % dari rata-rata Januari yang sebesar US$1.422/mt. Melemahnya harga propilena memengaruhi pasar polipropilena hilir yang turun 1% menjadi US$$1.628/mt dibandingkan dengan rata-rata harga Januari, yakni US$1.645/mt.

Sementara itu, untuk harga kelompok aromatik, juga lebih rendah pada Februari. Untuk Paraxylene mencatat penurunan terbesar atau jatuh 4% menjadi US$1.232/mt dibandingkan dengan Januari yang sekitarr US$1.285/mt. Kemudian, harga benzene turun 2% menjadi US$1.391/mt dibandingkan dengan Januari yang mencapai US$1.424/mt.

Begitu juga dengan toluene tergelincir 1% dari Januari. Harga petrokimia di Februari turun meskipun sebagian besar indeks pasar ekuitas global mengalami keuntungan.

Direktur Utama PT Polytama Propindo (Polytama) Didik Susilo mengatakan harga petrokimia cukup bergantung pada harga minyak dunia. Artinya, bila harga dunia naik, harga petrokimia juga akan naik dengan sendirinya. Menurutnya, dalam setahun, memang terjadi dua kali kenaikan harga dan dua kali penurunan harga produk petrokimia glonal. Kondisi tersebut merupakan siklus sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Untuk tahun ini, pihaknya menggunakan angka patokan sekitar US$1.350/mt sebagai harga petrokimia global. “Sudah alami dalam bisnis (petrokimia). Harga pernah naik tinggi sekali, harga juga pernah rendah sekali di bawah US$1.000/mt,” kata Didik belum lama ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petrokimia
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top