Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awass, Harga Semen Diprediksi Melonjak Tahun Ini

Pelaku usaha industri semen membantah adanya kenaikan harga yang cukup signifikan pada 2013. Justru, tahun ini diperkirakan terjadi lonjakan harga semen yang cukup signifikan akibat kenaikan tarif listrik industri.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 04 Maret 2014  |  17:43 WIB
Masalah paling mendesak yang harus diatasi adalah soal rantai pasok ketersediaan material dan kestabilan harga.  - bisnis.com
Masalah paling mendesak yang harus diatasi adalah soal rantai pasok ketersediaan material dan kestabilan harga. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha industri semen membantah adanya kenaikan harga yang cukup signifikan pada 2013. Justru, tahun ini diperkirakan terjadi lonjakan harga semen yang cukup signifikan akibat kenaikan tarif listrik industri.

Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso mengatakan pada 2013, kenaikan harga semen pada level yang wajar dan tidak signifikan. Sayang, pihaknya tidak mau menjawab dengan detail berapa presentase kenaikan tersebut. Adapun dari sisi pasokan, pihaknya juga membantah kalau tingginya permintaan semen membuat pelaku usaha konstruksi kekurangan bahan baku semen.

“Semen tidak terlalu banyak kenaikan, tidak tahu kalau besi. Justru 2014 ini ancaman kenaikan harga karena tarif listrik yang naik,” kata Widodo di Jakarta, Selasa (4/3/2014).

Dia menghitung, bila kenaikan dilakukan setiap dua bulan, akan ada kenaikan harga semen sekitar 4%. Artinya, sampai akhir tahun, harga semen akan naik hingga 16%.

Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) meminta Kementerian Perindustrian melakukan koordinasi dengan pelaku industri manufaktur guna menjaga kestabilan harga bahan baku konstruksi.

Sekretaris Jenderal Gapensi Andi Rukman N. Karumpa mengatakan pelaku pelaksana konstruksi tengah mendapatkan tantangan besar sejak beberapa tahun terakhir, mulai dari kenaikan suku bunga, kelangkaan bahan baku, ketidakstabilan harga bahan baku, hingga membengkaknya biaya proyek.

Menurutnya, masalah paling mendesak yang harus diatasi adalah soal rantai pasok ketersediaan material dan kestabilan harga.

Pasalnya, yang terjadi saat ini, harga bahan baku konstruksi seperti semen, keramik, besi baja, dan aspal pada awal tahun selalu berbeda ketika di akhir tahun. “Padahal kan kami tender itu Maret, April, dan Mei, tetapi pada akhir tahun harga sudah berubah, sudah tidak sesuai lagi. Harga bahan konstruksi itu sudah pada meningkat drastis,” kata Andi di kantor Kementerian Perindustrian.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen
Editor : Fatkhul-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top