Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terancam Default, PT Solo Ngawi Jaya Disarankan Refinancing

Asosiasi Tol Indonesia (ATI) menyarankan agar PT Ngawi Jaya Solo, pemegang konsesi tol Solo-Ngawi, untuk melakukan aksi korporasi guna menghindari ancama default dari Badan Pengatur Jalan Tol.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 29 Desember 2013  |  19:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Tol Indonesia (ATI) menyarankan agar PT Ngawi Jaya Solo, pemegang konsesi tol Solo-Ngawi, untuk melakukan aksi korporasi guna menghindari ancama default dari Badan Pengatur Jalan Tol.
    
Ketua ATI Fatchur Rachman mengatakan jika kondisi badan usaha jalan tol (BUJT) tersebut memang tidak kondusif, restrukturisasi pendanaan merupakan opsi yang tepat.

"Dengan diberi waktunya oleh BPJT, alangkah baiknya Solo Ngawi Jaya mencari partner strategis," katanya saat dihubungi Bisnis hari ini, Minggu (29/12/2013).

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazaly menegaskan peringatan default itu diberikan karena tidak adanya progres fisik di jalan bebas hambatan tersebut setelah dilakukannya groundbreaking pada September 2013.

BPJT tidak mengetahui permasalahan yang dihadapi BUJT terkait dengan minimnya progres konstruksi di tol senilai Rp8,9 triliun itu.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badan pengatur jalan tol asosiasi tol indonesia (ati) tol solo-ngawi
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top