Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akuisisi Aset Koba Tin Tunggu Invetariasi Kementerian ESDM

PT Timah Tbk akan membeli seluruh aset tetap dan aset lancar milik PT Koba Tin setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menginventarisasi seluruh nilai aset.
Inda Marlina
Inda Marlina - Bisnis.com 04 Desember 2013  |  17:26 WIB
Akuisisi Aset Koba Tin Tunggu Invetariasi Kementerian ESDM

Bisnis.com, JAKARTA - PT Timah Tbk akan membeli seluruh aset tetap dan aset lancar milik PT Koba Tin setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menginventarisasi seluruh nilai aset.

Direktur Utama Timah Sukrisno mengatakan setelah pemerintah menghitung seluruh aset milik perusahaan tambang timah Malaysia itu, pihaknya akan memvalidasi cadangan timah. Dari penghitungan aset dan validasi cadangan tersebut, perseroan akan merekrut karyawan yang diprioritaskan dari Koba Tin.

Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Koba Tin untuk menyelesaikan pertanggungjawaban yang harus selesai akhir bulan ini. 

"Kewajiban Koba Tin ada dua, yaitu membayar pesangon 126 karyawan dan membayar kewajiban seperti royalti dan pajak ke pemerintah daerah," ujarnya hari ini, Rabu (4/12/2013).

Selain membeli aset-aset Koba Tin, perusahaan pelat merah itu berencana menyiapkan modal kerja selama 3 bulan terlebih dahulu pada masa awal kinerja di wilayah tambang eks-Koba Tin. Modal kerja tersebut juga akan disesuaikan dengan hasil inventarisasi pemerintah. Namun, Sukrisno belum dapat menyebutkan berapa nilai modal yang akan digunakan karena belum mengetahui berapa lama masa eksploitasi bijih timah akan dilakukan. 

Dia menegaskan perusahaan yang telah selesai masa kontrak karyanya pasa Sepetember lalu itu tidak akan menerima hasil pencairan aset. Hal ini karena kewajiban yang dibayarkan juga digunakan untuk reklamasi lingkungan dan pihak ketiga. 

Wilayah pertambangan yang berlokasi di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung tersebut sempat mendapat opsi menjadi wilayah pertambangan rakyat. Namun, opsi tersebut tidak memungkinkan karena eksploitasi timah menggunakan alat berat, sedangkan pertambangan rakyat tidak diperbolehkan menggunakan peralatan berat. 

Sukrisno menambahkan inventarisasi aset diperkirakan tidak selesai pada bulan ini. Dia menyatakan ada banyak proses yang harus dilewati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koba tin pt timah
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top