Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemerintah, DPR dan MUI Masih Beda Pendapat Soal RUU Jaminan Produk Halal

Menteri Agama Suryadharma Ali mengungkapkan masih ada hambatan terkait dengan Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal yang masih dalam proses pembahasan di DPR.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 31 Oktober 2013  |  00:18 WIB
Pemerintah, DPR dan MUI Masih Beda Pendapat Soal RUU Jaminan Produk Halal
/Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Agama Suryadharma Ali mengungkapkan masih ada hambatan terkait dengan Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal yang masih dalam proses pembahasan di DPR.

"Ada sedikit perbedaan pemikiran antara pemerintah, DPR ,dan MUI. Perbedaannya bukan prinsipil dan masih bisa diatasi secara bersama-sama. Kami berharap rancangan tersebut bisa menjadi UU sebelum pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono berakhir," kata Suryadharma seusai pembukaan Indonesia International Halal Expo 2013, Rabu (30/10/2013).

Dia akan mendorong seluruh pusat perbelanjaan untuk mendorong sertifikasi produk halal agar konsumen bisa mendapatkan informasi yang jelas. Namun, pihaknya tidak akan mewajibkan pengurusan sertifikasi tersebut karena dikhawatirkan perekonomian bisa terganggu.

Dia menilai kesadaran perusahaan produk Indonesia akan sertifikasi produk halal diklaim semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI), jumlah sertifikasi halal yang diberikan kepada produk dalam negeri periode Januari-Juni 2013 naik hingga 83% secara year on year dari 443 menjadi 815 sertifikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sertifikasi halal produk halal
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top