Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RNI Berencana Beli Tanah di Australia, Ketua Komisi VI DPR Bilang Batalkan Saja

Bisnis.com, JAKARTA-Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartarto mengingatkan agar perusahaam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak melakukan tindakan pelarian modal ke luar negeri di tengah tingginya defisit neraca perdagangan saat ini.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 Oktober 2013  |  14:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartarto mengingatkan agar perusahaam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak melakukan tindakan pelarian modal ke luar negeri di tengah tingginya defisit neraca perdagangan saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga terkait rencana pembelian tanah untuk ternak sapi di Australia oleh PT RNI yang dinilai sebagai  langkah yang tidak tepat, megingat masih banyaknya peluang lain untuk menanamkan modal dalam negeri dengan memamfaatkan potensi domestik.

Menurutnya, Kementerian BUMN sebaiknya bertindak membangun refinery (kilang) untuk mengurangi defisit neraca migas, bukan malah melanggengkan ketergantungan pada sektor peternakan (breeding cattle) di Australia.

"Harusnya Kementerian BUMN membangun kilang-kilang baru migas untuk kepentingan bangsa, bukan malah membeli lahan di luar negeri," kata Airlangga dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (6/10/2013).

Selain meminta rencana pembelian lahan ternak sapi tersebut dibatalkan, Airlangga mengatakan Indonesia masih harus menelurkan banyak produk-produk dalam negeri, terutama di sektor pertanian dan migas.

"Sebaiknya rencana tersebut dibatalkan saja," kata Airlangga

Sebelumnya, Menneg BUMN, Dahlan Iskan menyatakan telah menyediakan anggaran senilai Rp1 triliun untuk membeli lahan peternakan seluas satu juta hektar di Australia. Untuk kepentingan tersebut, Dahlan mengaku sudah menunjuk dua perusahaan negara yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Pupuk Indonesia yang bakal membeli perusahaan lokal pemilik lahan peternakan.

PT RNI sendiri juga telah menyatakan  siap untuk membeli lahan ternak sapi seluas 1 juta hektare di Australia. Akan tetapi langkah pembelian itu dilakukan RNI jika mendapat mandat dari Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Direktur Utama RNI, Ismed Hasan Putro mengaku telah mengajukan proposal ke Kementerian BUMN terkait untuk merealisasikan rencana tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komisi vi dpr ternak sapi rni airlangga hartanto
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top