Kemenhub Belum Tahu KIMA Minati Bandara Kertajati

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mengungkapkan belum menerima informasi ketertarikan investor terkait pembangunan Bandara Internasional Kertajati Majalengka, Jawa Barat, yang direncanakan bakal ground breaking pada awal kuartal empat tahun
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 17 September 2013  |  17:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mengungkapkan belum menerima informasi ketertarikan investor terkait pembangunan Bandara Internasional Kertajati Majalengka, Jawa Barat, yang direncanakan bakal ground breaking pada awal kuartal empat tahun ini.

Herry Bakti, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, mengemukakan Pemprov Jawa Barat hingga saat ini belum memasukkan laporan teknis terkait investor yang bakal ikut dalam pembangunan Bandara Kertajati.

"Kalau memang sudah ada [investor asing], Pemprov Jabar pasti akan laporan ke Kemenhub, apalagi pembangunan Kertajati kan mesti melalui tender," ujarnya hari ini, Selasa (17/9/2013).

Herry mengungkapkan hal itu sehubungan dengan keinginan KIMA, perusahaan kontruksi yang membangun Bandara Internasional Dubai,  untuk membangun dan mengelola Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

Menurutnya, skema pembangunan Bandara Kertajati memang  ditawarkan ke investor swasta melalui pola kemitraan pemerintah dan swasta (KPS), di mana Pemprov Jawa Barat sebagai pihak pemerintah.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (pemerintah pusat) sebagai pembimbing teknis untuk pembangunan proyek yang diestimasi bakal menelan investasi hingga Rp8,29 triliun, serta menyiapkan pengembangan sisi udara (air side) Bandara Kertajati.

Herry menambahkan, pada tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk mendukung realisasi pembangunan Bandara Kertajati yang dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013.

Sebelumnya, Pemprov Jabar mengungkapkan perusahaan konstruksi asal Timur Tengah KIMA telah mengajukan tawaran investasi untuk pembangunan sekaligus pengelolaan Bandara Kertajati.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Deddy Taufik mengatakan KIMA yang juga dianggap telah berpengalaman dan telah membangun Bandara Internasional Dubai itu, paling tidak akan berkontribusi sekitar 10% atau sekitar Rp800 miliar dari total kebutuhan onvestasi Bandara Kertajati yang mencapai Rp8,29 triliun.

"KIMA melirik konstruksi terminalnya, mereka sudah berpengalaman mengelola bandara internasional," ujarnya kemarin, Senin (16/9/2013). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara, kertajati, kima

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top