Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pekerja Asing: Didominasi Tenaga dari China, Jepang dan Korsel

R Fitriana
R Fitriana - Bisnis.com 23 Agustus 2013  |  16:49 WIB
Pekerja Asing: Didominasi Tenaga dari  China, Jepang dan Korsel
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Pekerja asal China, Jepang dan Korea Selatan ternyata paling mendominasi jumlah tenaga kerja asing di Indonesia sampai Agustus 2013.

“Dari tahun ke tahun, jumlah pekerja asing yang berasal dari ketiga negara itu mendominasi jumlah total TKA yang bekerja di Tanah Air,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar, Jumat (23/8/2013).

Menurut dia, dalam era globalisasi ini kehadiran tenaga kerja asing (TKA) di berbagai bidang pekerjaan tidak dapat dihindari.

Namun, dia menambahkan kehadiran pekerja asing itu harus diantisipasi dengan kesiapan sumber daya manusia pekerja di Indonesia yang berkualitas.

“Indonesia harus dapat mengantisipasi situasi ini dengan meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerjanya untuk mencegah banjirnya tenaga terampil dari luar negeri,” ungkapnya.

Inilah jumlah TKA secara urut adalah sebagai berikut:

  1. Asal China sebanyak 10. 291 orang.
  2. Asal Jepang sebanyak 9.788 orang.
  3. Asal Korea Selatan sebanyak 6,013 orang.
  4. Asal India sebanyak 3.888 orang.
  5. Asal Malaysia sebanyak 3.425 orang.
  6. Asal Thailand sebanyak 2.779 orang.
  7. Asal Amerika Serikat sebanyak 2.546 orang.
  8. Asal Australia sebanyak 2.303 orang.
  9. Asal Filipina sebanyak 2.168 orang.
  10. Asal Inggris sebanyak 2.070 orang.

11.Asal negara lainnya sebanyak 2.731 orang.

Secara keseluruhan, jumlah tenaga kerja asing di Tanah Air sampai dengan periode Agustus 2013 mencapai 48.002 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang indonesia china pekerja asing tka manusia korsel tenaga sumber globalisasi daya
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top