Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandara Soeta Terlalu Padat, Jadwal Terbang Perlu Diatur Ulang

Bisnis.com, JAKARTA - Air Operators Committee (AOC) mendesak PT Angkasa Pura II meningkatkan pelayanan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta untuk mengurangi keterlambatan penerbangan maskapai penerbangan. 
Henrykus F. Nuwa Wedo
Henrykus F. Nuwa Wedo - Bisnis.com 22 Agustus 2013  |  18:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Air Operators Committee (AOC) mendesak PT Angkasa Pura II meningkatkan pelayanan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta untuk mengurangi keterlambatan penerbangan maskapai penerbangan. 

Ketua Air Operators Committee (AOC) Salam Ibrahim menjelaskan penyebab utama keterlambatan penerbangan di Soekarno-Hatta dipicu oleh over capacity dan lemahnya pengaturan jam penerbangan.

“Penerbangan pada jam-jam tertentu juga harus diatur kembali karena terlalu padat misalnya saat prime time dari pukul 03.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (21/8/2013) 

Salam yang juga Airport Manager Jakarta Qantas Airways menyatakan hingga saat ini 22 maskapai asing yang tergabung dalam AOC sering mengalami keterlambatan penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan.

Dia menambahkan waktu keterlambatan antar maskapai bervariasi dari 10 menit hingga 1 jam dan pihaknya sedang menghitung potensi kerugian akibat keterlambatan itu.

Menurutnya, pada awal September 2013 AOC akan mengadakan konferensi dengan melibatkan semua stakeholders untuk membahas dan mencari solusi akibat keterlambatan penerbangan sejumlah maskapai asing di Soekarno-Hatta.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara soekarno-hatta ap ii soeta aoc pesawat delay
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top