Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Minta Alokasi DAK Ditambah Rp2,8 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mangajukan tambahan anggaran bagi dana alokasi khusus (DAK) untuk mendanai pembiayaan infrastruktur dasar pada 2014 sebesar Rp2,8 triliun.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 16 Agustus 2013  |  20:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mangajukan tambahan anggaran bagi dana alokasi khusus (DAK) untuk mendanai pembiayaan infrastruktur dasar pada 2014 sebesar Rp2,8 triliun.

Hal ini diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya pada  penyampaian keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggara Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2014 di Jakarta, Jumat (16/8/2013).

Dia menuturkan DAK Tambahan pada 2014 tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di daerah tertinggal. “DAK di bidang infrastruktur dasar, yaitu jalan, irigasi, air minum dan sanitasi," terangnya.

Sementara itu, pemerintah mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp74,9 triliun bagi Kementeriaan Pekerjaan Umum (PU) untuk Tahun 2014. Alokasi anggaran tersebut akan diprioritaskan bagi pemabangunan konektivitas nasional melalui pembangunan jalan, yakni peningkatan kapasitas jalan lintas Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua sepanjang 3.854,3 km.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur sby apbn
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top