Sofjan Wanandi: Genjot Investasi Butuh Terobosan

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan pengusaha menuntut pemerintah mengeluarkan terobosan dan kebijakan yang tegas guna meningkatkan minat investasi yang masuk ke dalam negeri.
Riendy Astria | 02 Agustus 2013 18:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan pengusaha menuntut pemerintah mengeluarkan terobosan dan kebijakan yang tegas guna meningkatkan minat investasi yang masuk ke dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan pemerintah harus berani mengeluarkan kebijakan yang tegas, khususnya dalam mengurangi defisit pembayaran dalam negeri.

“Pemerintah harus tahu kalau kami (pengusaha) mengencangkan ikat pinggang. Jangan sampai pemerintah menganggap kami baik-baik saja dengan keadaan seperti ini,” kata Sofjan di sela-sela buka puasa bersama DPN Apindo dengan Serikat Pekerja di Jakarta, Kamis (2/8/2013).

Salah satu yang harus dilakukan pemerintah adalah menurunkan defisit pembayaran dengan cara menurunkan impor barang yang tidak terlalu penting. Menurutnya, tidak masalah bila pemerintah melakukan impor barang kebutuhan pokok. Namun, tidak bijaksana bila pemerintah mengimpor barang mewah seperti mobil mewah atau pesawat, yang tentunya tidak begitu diperlukan.

“Harus ada kebijakan yang mendukung investasi di dalam negeri, sekarang investasi sudah menurun.”

Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang menumbuhkan kepercayaan investor kepada perekonomian Indonesia. “Jadi harus bijaksana dan tidak membingungkan.”

Di sisi lain, Sofjan mengatakan investasi baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada semester I/2013 masih cukup baik. Namun, hal tersebut ditopang oleh investasi tahun-tahun sebelumnya yang baru terealisasi. “Kalau tahun ini sulit ya,” tambah Sofjan.

Sesditjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Budi Setiyanto mengatakan sepanjang tahun lalu, realisasi PMDN dalam negeri sekitar Rp49,89 triliun. Sementara tahun ini, pihaknya menargetkan PMDN manufaktur sebsar Rp42 triliun. Biasanya, lanjut Budi, angka target memang lebih rendah dibandingkan realisasi.

Adapun sepanjang semester I tahun ini, investasi sektor industri baik PMDN maupun PMA sangat menjanjikan. Nilai investasi PMDN sektor manufaktur semester I 2013 sebesar 26,92 triliun atau naik 30,61% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp20,80 triliun.

Tag : kadin, pma, sofjan wanandi, pmdn
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top