Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEN Sarankan Sistem Tata Niaga Pangan Dihapus

Bisnis.com, JAKARTA--Komite Ekonomi Nasional menyarankan pemerintah mencabut sistem tata niaga yang selama ini diterapkan untuk menjaga kestabilan harga pangan.Ketua KEN Chairul Tanjung mengatakan sistem tata niaga telah terbukti tidak mampu menjaga
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 18 Juli 2013  |  16:48 WIB
KEN Sarankan Sistem Tata Niaga Pangan Dihapus
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Komite Ekonomi Nasional menyarankan pemerintah mencabut sistem tata niaga yang selama ini diterapkan untuk menjaga kestabilan harga pangan.

Ketua KEN Chairul Tanjung mengatakan sistem tata niaga telah terbukti tidak mampu menjaga kestabilan harga maupun menyejahterakan petani Indonesia.

"Tata niaga itu pada prinsipnya tidak pernah dalam sejarah berhasil sejahterakan petani dan menjaga harga stabil," katanya, Kamis (18/7/2013).

Dia mengusulkan pemerintah mengganti sistem tata niaga dengan sistem pemberian tarif bagi komoditas pangan impor.

Penerapan tarif, jelasnya, meningkatkan harga komoditas pangan impor hingga memberikan perlindungan bagi petani lokal.

"Kita minta tata niaga itu dicabut, perlindungan kepada petani diberikan dengan perlindungan tarif," kata Chairul.

Sementara itu, Chairul mengaku jaringan peritel Carrefour saat ini sudah berupaya menjual komoditas pangan dengan harga lebih murah untuk membantu menjaga kestabilan harga.

"Sudah ada [upaya dari Carrefour], kan harga daging di Carrefour lebih murah dari yang dijual di pasar," kata pemilik CT Corp yang menaungi PT Carrefour Indonesia tersebut.

Namun, dia menjelaskan lonjakan harga daging sapi di pasar yang terjadi saat ini bukan karena permasalahan di peritel.

Lonjakan tersebut lebih disebabkan oleh deviasi harga di antara produsen dan konsumen.  (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan ken tata niaga
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top