Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JASA LOGISTIK: Pemerintah Kaji Penerapan Standar Kompetensi

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tengah mengkaji penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dalam bidang logistik guna mendukung lembaga sertifikasi profesi yang sudah ada.
M. Tahir Saleh
M. Tahir Saleh - Bisnis.com 30 Mei 2013  |  18:57 WIB
JASA LOGISTIK: Pemerintah Kaji Penerapan Standar Kompetensi

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tengah mengkaji penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dalam bidang logistik guna mendukung lembaga sertifikasi profesi yang sudah ada.

Erwin Raza, Plt Asisten Departemen Sistem Logistik dan Fasilitasi Perdagangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan saat ini lembaga sertifikasi profesi logistik sudah ada.

Lembaga sertifikasi itu dibentuk oleh asosiasi baik dari Asosiasi Logistisk Indonesia (ALI) maupun Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI). Lembaga profesi itu baru menggunakan standardisasi yang ditetapkan oleh masing-masing asosiasi.

“Jadi masih mengacu pada standar kompetensi mereka [ALI dan ALFI]. Kami akan kaji mengenai SKKNI untuk industri logistik,” katanya usai Diskusi Roundtable Balitbang Kementerian Perhubungan di Jakarta hari ini, Kamis (30/5/2013).

Erwin mengatakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sudah membentuk tim untuk mengkaji hal tersebut di antaranya berasal dari asosiasi, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, dan perguruan tinggi termasuk Institut Teknologi Bandung.

Pendirian lembaga sertifikasi yang sudah ada itu, kata Erwin, hasil kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai badan yang mengurusi soal sertifikasi profesi.

SKKNI merupakan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua Komisi Perencanaan dan Pengembangan BNSP Rama Boedi mengatakan pihaknya memang bekerja sama dengan setiap kementerian untuk mengembangkan sertifikasi untuk setiap profesi.

Soal logistik, pihaknya mencatat di luar negeri kebutuhan atas sumber daya manusia bidang logistik cukup banyak termasuk kebutuhan untuk tenaga tingkat bawah misalnya staf biasa atau supir untuk logistik.

“Dengan adanya lembaga sertifikasi dan SKKNI maka kemampuan SDM kita itu setara, jadi misalnya supir tidak hanya punya SIM, tapi dia juga mengerti soal kecelakaan kerja, dan etika kerja,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi logistik ali alfi

Sumber : M. Tahir Saleh

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top