Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

INDUSTRI PLASTIK Bisa Tumbuh 8% Tahun ini

BISNIS.COM, JAKARTA- Meski data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I industri karet, barang dari karet, dan plastik menunjukkan penurunan 5,6 %, industri plastik tahun ini diyakini tetap menunjukkan tren positif.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 28 Mei 2013  |  15:59 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA- Meski data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I industri karet, barang dari karet, dan plastik menunjukkan penurunan 5,6 %, industri plastik tahun ini diyakini tetap menunjukkan tren positif.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Aromatik, Olefin, dan Plastik (Inaplas) Budi Susanto mengatakan industri plastik sepanjang tahun ini bisa tumbuh hingga 7%-8 % melebihi target pertumbuhan ekonomi yang sekitar 6,2 %.

Tahun ini, sektor pertanian turut mendongkrak pertumbuhan industri plastik.

“Karena ada dua kali panen raya. Satu sedang berjalan sekarang dan satu lagi kemungkinan Agustus atau September.

Pasca panen, plastik sangat diperlukan untuk membungkus, ini berkontribusi hingga 2 %,” kata Budi usai konferensi pers acara Pameran industri plastik dan karet K 2013 yang akan diselenggarakan di Jerman, Oktober tahun ini, Selasa (28/5/2013).

Menurut Budi, sebenarnya, pertumbuhan industri plastik tahun ini bisa mencapai 9 %. Namun karena ada kendala rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)bersubsidi dan upah buruh, pertumbuhan ditargetkan hanya sekitar 7%-8%.

Namun, pertumbuhan tersebut sudah menunjukan hal positif.

Selain itu, tahun ini harga bahan baku (petrokimia) sedang turun sekitar 5% pada April 2013 atau tercatat sebesar US$1.309 per ton.

Dengan turunnya harga bahan baku, produsen belum tentu menurunkan harga jual sehingga produsen bisa mengambil keuntungan dari kondisi ini.  (ra)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inaplas plastik
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top