Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROPERTI CHINA: Harga Rumah Melonjak

BISNIS.COM, SHANGHAI—Harga rumah di 68 dari 70 kota utama di China melonjak pada Maret, dan menjadi pertanda bahwa Perdana Menteri Li Keqiang harus berjuang meredakan pasar properti bahkan di saat perekonomian Negeri Panda itu sedang melambat.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 20 Mei 2013  |  17:52 WIB

BISNIS.COM, SHANGHAI—Harga rumah di 68 dari 70 kota utama di China melonjak pada Maret, dan menjadi pertanda bahwa Perdana Menteri Li Keqiang harus berjuang meredakan pasar properti bahkan di saat perekonomian Negeri Panda itu sedang melambat.

Sebuah laporan dari Biro Statistik Nasional China yang dirilis pada Sabtu (18/5) menunjukkan pelonjakan harga rumah di Guangzhou, Beijing, dan Shanghai. Pelonjakan tersebut merupakan yang terbesar berdasarkan basis tahunan sejak terjadinya perubahan metodologi data pada Januari 2011.

Saham properti China juga merangkak naik pada Senin (20/5/2013) setelah sejumlah kota menunjukkan naiknya harga rumah telah menyamai level Maret, yang merupakan level tertinggi sejak September 2011.

Para pembuat kebijakan di China berupaya menghindari penggelembungan properti dan membuat perumahan lebih terjangkau. Pada saat bersamaan, mereka harus berjuang untuk memperkuat perekonomian yang mulai melemah sejak kuartal I/2013.

Meningkatkan kampanye untuk melawan spekulasi perumahan dapat menghambat pertumbuhan real estate yang sebenarnya berguna dalam membantu mengatasi masalah perlambatan investasi manufaktur dan menyokong permintaan baja, semen, dan perabotan rumah tangga.

“Pemerintah menghadapi dilema. Mereka harus membuat pilihan antara harga properti atau pertumbuhan ekonomi,” ujar Zhang Zhiwei, Kepala Ekonom Nomura Holdings Inc. di Hong Kong.

Upaya untuk meredakan pasar properti bersinggungan dengan meroketnya biaya tenaga kerja yang berpotensi mengganggu daya tarik China sebagai pusat manufaktur dunia. Biro Statistik mengumumkan pada pekan lalu, upah rata-rata tahunan untuk pekerja di perusahaan swasta meningkat 14% pada 2012 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I/2013 berada pada level 7,7%, atau di bawah prediksi pada analis. (Bloomberg/Wike D. Herlinda)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti china shanghai hong kong beijing guangzhou
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top