Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI OLEOKIMIA: Kapasitas Produksi Diproyeksi Tembus 4 Juta Ton

BISNIS.COM, JAKARTA--Kapasitas produksi industri oleokimia pada tahun ini diproyeksikan mampu menembus 4 juta ton, seiring dengan banyaknya investasi penambahan fasilitas pabrik.
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 14 Mei 2013  |  15:53 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Kapasitas produksi industri oleokimia pada tahun ini diproyeksikan mampu menembus 4 juta ton, seiring dengan banyaknya investasi penambahan fasilitas pabrik.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Halim menyebutkan tren kinerja industri positif. Hingga saat ini berdasarkan data Kemenperin, kapasitas produksi industri telah mencapai 3,8 juta ton per tahun.

Lebih lanjut, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Abdul memaparkan pada kuartal I/2013, pertumbuhan industri nonmigas mencapai 6,69% jika dibandingkan dengan kuartal I/2012 yakni 6,02%.

Khusus untuk industri pupuk, kimia, dan barang karet, bertumbuh 11,41%. Bahkan, sepanjang tahun lalu, kelompok industri ini terus bertumbuh kumulatif. Pada kuartal I/2012, sekitar 9,19%, kuartal II/2012 sekitar 5,57%, kuartal II/2012 sekitar 8,55%, dan kuartal IV/2012 mencapai 10,25%.

"Salah satu kontributor pertumbuhan kelompok industri ini adalah oleokimia. Pemicu lainnya adalah permintaan pasar dan dukungan kebijakan pemerintah," ujar Abdul pada Seminar Nasinal Asosiai Produsen Oleokimia Indonesia (Apolin), Selasa (14/5/2013).

Sejak 2010 pemerintah telah mencanangkan program nasional hlirisasi industri kelapa sawit dengan mengintegrasikan sektor hulu dan hilir dalam klaster. Selain itu, Abdul melanutkan, fokus dukungan pemerintah kepada industri pada tahun ini yakni jaminan ketersediaan bahan baku dalam negeri, peningkatan iklim usaha, penguasaan teknologi industri, dan infrastruktur kawasan industri.

Oleh karena itu, jika sebelumnya Kemenperin menargetkan produksi hulu 60% dan hilir 40%, maka pada tahun ini pemerintah akan membantu menggenjot produksi hilir menjadi 60%. Untuk investasi, Abdul menyebutkan sepanjang 2011 hingga 2012, pemerintah sudah mengeluarkan izin kepada 12 perusahaan dengan total nilai investasi Rp14 triliun.

"Yang paling banyak tentu di Sungai Mangke, Sumatera Utara dan Riau," pungkasnya. (mfm)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian perindustrian apolin oleokimia abdul halim
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top