Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KOPTAN KOWAMAH Luncurkan Gerai Kopi Ko-op

BISNIS.COM,JAKARTA—Pemerintah mendukung optimalisasi kinerja Koperasi Petani Warga Masyarakat Hutani, Koptan Kowamah Jawa Barat untuk  meluncurkan gerai minuman kopi bernama Kopi Ko-op yang akan dikembangkan ke seluruh Indonesia.Deputi Bidang
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 23 April 2013  |  18:54 WIB

BISNIS.COM,JAKARTA—Pemerintah mendukung optimalisasi kinerja Koperasi Petani Warga Masyarakat Hutani, Koptan Kowamah Jawa Barat untuk  meluncurkan gerai minuman kopi bernama Kopi Ko-op yang akan dikembangkan ke seluruh Indonesia.

Deputi Bidang produksi Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo, mengatakan pemerintaah mendukung optimalisasi kinerja koperasi yang telah berdiri 20 tahun itu sebagai strategi pengembangan usaha berbasis koperasi.

”Mendukung usaha kelompok petani kopi di Jawa Barat, kami telah memberi bantuan peralatan kepada Koptan Kowamah, agar segera merealisasi pengembangan usaha mereka,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (23/4).

Peralatan yang diberikan terdiri dari mesin pengolahan kopi, roosting, mesin tester, mesin huller, mesin pulper, mesin grender, dan mesin packing. Sedangkan jenis kopi yang dipilih untuk bisnis tersebut adalah arabika.

Separuh dari tanaman kopi di Jawa Barat, terdapat di Kabupaten Bandung, sehingga kawasan ini menjadi pemasok kopi terbesar di Jawa Barat. Tanaman tersebut terdapat di 31 kecamatan Kabupaten Bandung, dan penghasil terbesar kopi arabika adalah Pangalengan.

Koptan Kowamah yang berperan sebagai leading sector, sekaligus menjadi koordinator pada seluruh wilayah kerja Kabupaten Bandung, menjadi jembatan Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengoptimalkan kinerja sebagai penghasil kopi.

Menurut Braman Setyo, market dari kopi arabika memang harus diperluas, dan tidak boleh hanya tergantung pada satu pasar saja. Oleh karena itu Kementerian Koperasi dan UKM mendukung upaya koperasi tersebut mengembangkan pasar melalui Kopo Ko-op.

Gerai minuman kopi berbasis manajerial koperasi  yang hendak dibangun, untuk mengoptimalkam hegemoni koi di Indonesia yang sangat unik, eksotis, dan kaya variasi. Demean demikian, di Indonesia akan lahir lagi cerita sukses kopi seperti kopi luwak.

Masih banyak varian kopi Indonesia yang sudah dikenal masyarakat. Misalnya, Kopi Mandhelling dari Mandailing, Sumatra Utara, Kopi Tator atau Tana Toraja dari Sulawesi Selatan hingga Kopi Gayo dari Nanggroe Aceh Darussalam.

”Bisnis kopi yang berasal dari tanah air kita saat ini terus merambah ke manca negara demean kapitalisasinya mencapai triliunan rupiah. Itulah sebagai salah satu inspirasi bisnis di sector kopi, sehingga koperasi akan menjadi franchisornya,” papar Braman Setyo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm koperasi kopi koptan koptankowamah

Sumber : Mulia Ginting Munthe

Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top