Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

IMPOR DAGING: Aspidi Nilai Tudingan Pemerintah Tak Relevan

BISNIS.COM, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) menilai tudingan pemerintah tak relevan mengingat daging beku impor hanya boleh dipasarkan ke horeka dan industri pengolahan alias tak diiizinkan dijual ke pasar tradisional.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 07 April 2013  |  20:06 WIB
IMPOR DAGING: Aspidi Nilai Tudingan Pemerintah Tak Relevan
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) menilai tudingan pemerintah tak relevan mengingat daging beku impor hanya boleh dipasarkan ke horeka dan industri pengolahan alias tak diiizinkan dijual ke pasar tradisional.

“Tidak ada hubungan antara harga tinggi di pasar dengan kuota impor sebab kami tidak boleh menjual ke pasar,” kata Ketua Aspidi Thomas Sembiring, Minggu (7/4).

Pemerintah sebelumnya menyatakan realisasi impor daging sapi hingga awal April masih rendah, yakni kurang dari 10.000 ton setara daging. Akibatnya, harga daging sapi di pasaran bertahan tinggi, yakni berkisar Rp90.000 per kg.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta importir untuk segera merealisasikan alokasi impor yang telah diberikan pemerintah. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan bahkan akan memanggil importir pada Senin esok (8/4).

Pemerintah tahun ini menetapkan kuota impor daging sapi beku 32.000 ton dengan rincian 19.400 ton untuk industri pengolahan dan 12.600 ton untuk horeka. Berbeda dengan sapi bakalan, izin impor daging beku diterbitkan untuk satu tahun.

Namun, Thomas mengaku tak mengetahui sejauh mana realisasi impor hingga kini karena sudah menyangkut persoalan bisnis setiap perusahaan importir.

Thomas pun menolak anggapan bahwa importir menahan barang. Menurutnya, harga daging sapi yang bertahan tinggi selama sembilan bulan terakhir sudah menunjukkan bukti.

“Mana bisa kami menahan barang sembilan bulan,” ujarnya.

Persoalan kelangkaan pasokan, lanjutnya, bersumber dari kesulitan mendatangkan sapi lokal ke sentra konsumsi dan pemangkasan kuota impor secara drastis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gita wirjawan hatta rajasa aspidi kuota impor horeka daging beku
Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top