Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BLOK MWO Dapat Tambahan Minyak 5.400 per hari

BISNIS.COM, JAKARTA -- Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore mendapat tambahan produksi minyak sebesar 5.400 barel per hari dari lapangan PHE KE-38B. Pada awal Maret, produksi WMO tercatat sekitar 9.000 barel per hari. 

BISNIS.COM, JAKARTA -- Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore mendapat tambahan produksi minyak sebesar 5.400 barel per hari dari lapangan PHE KE-38B. Pada awal Maret, produksi WMO tercatat sekitar 9.000 barel per hari. 

Selain menghasilkan minyak sebesar 5.400 barel per hari, pengembangan lapangan PHE KE-38B yang merupakan bagian dari rencana pengembangan (Plan of development/POD) tahun 2012, juga menghasilkan produksi awal gas sebesar 5 juta kaki kubik per hari (MMscfd). 

Dimana sebesar 2.100 barel per hari dan 5 MMscfd diproduksikan dari Sumur PHE KE-38B1. Sementara, sebesar 3.300 barel per hari berasal dari Sumur PHE KE-38B2. Adapun keseluruhan proses dari eksplorasi sampai ke produksi awal diselesaikan hanya dalam kurun waktu 8 bulan 21 hari. 

Penemuan ini berhasil, setelah sebelumnya PHE WMO berhasil menemukan cadangan migas baru di 6 sumur eksplorasi dengan rasio keberhasilan 100%.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir mengatakan proses mulai eksplorasi hingga produksi awal bisa dilakukan secara cepat dan hal ini merupakan capaian yang luar biasa. 

Menurutnya,pembahasan Penemuan Eksplorasi untuk pengembangan (PED) telah dimulai secara intensif sejak sumur pertama selesai dibor. Dengan demikian, semua formalitas yang diperlukan dapat diperoleh dengan cepat, yang prosesnya hanya 2 hari setelah tuntasnya pengeboran sumur ketiga.

“Dengan proses yang cepat, pengeboran dapat dilakukan pada akhir bulan Nov 2012 dan setelah secara teknis POD disetujui, penyelesaian pekerjaan platform dilakukan bersamaan dengan pemboran. Platform diselesaikan bulan Januari 2013,” kata Ali di Jakarta, Minggu (17/3/2013).

Padahal, penyelesaian pipa produksi antara lapangan PHE KE-38B dan KE-38A sempat terhambat cuaca buruk pada Januari dan Februari lalu. Namun, setelah cuaca membaik, penyelesaian pipa produksi diselesaikan pada tgl 11 Maret 2013 dan produksi pertama sumur PHE KE-38B-1 dapat dialirkan 2 hari kemudian.

Tambahan produksi ini diharapkan memberikan kontribusi bagi target pemerintah untuk meningkatkan lifting nasional. Selain itu, ini juga merupakan wujud komitmen PHE WMO untuk bisa menahan declaining rate dan sesegera mungkin meningkatkan produksi. 

Pada awal Maret 2013, General Manager PHE WMO Imron Asjhari mengatakan, produksi WMO baru 9.000 barel per hari. Sementara, pihaknya menargetkan rata-rata produksi tahun ini bisa mencapai 20.000 barel per hari.

Dia yakin produksi WMO akan terus meningkat secara bertahap. Pada pertengahan 2013, produksi akan menjadi 20.000 barel per hari dan puncaknya 25.000 barel per hari di kuartal terakhir, sehingga rata-rata sepanjang tahun 2013 bisa 20.000 barel per hari.

Target 20.000 barel per hari tersebut sesuai program kerja dan anggaran (work program and budget/WP&B). Pada 2014, lanjutnya, WMO ditargetkan produksi minyak hingga di atas 30.000 barel per hari.

Imron mengatakan, saat ini, pihaknya sudah mempunyai empat menara pemboran (rig) dan sedang membangun empat "platform" (anjungan).  "Tahun ini, kami akan membor 30 sumur yang terdiri dari 21 sumur pengembangan dan sembilan sumur eksplorasi," katanya.

Selain sudah bisa mendapat tambahan produksi, PHE WMO juga mendapat cadangan baru dari sumur pertama eksplorasi 2013 PHE 53-2. Tambahan cadangan baru tersebut juga mempertegas komitmen PHE WMO untuk menjaga kelanjutan produksi migas di wilayah kerjanya. 

Kemudian, selain di Blok WMO, Pertamina juga berhasil menambah produksi dengan natural flow sebesar +/- 1.200 bph dari PHE East Java sejak Kamis 14 Maret yang lalu dari sumur SKW-3. Sumur SKW-3 sebenarnya sudah tidak lagi berproduksi sejak Q3 2012, namun berhasil dihidupkan kembali setelah dilakukan reparasi pada cement bond dan reperforasi pada zona atasnya.

"PHE East Java juga masih memiliki beberapa kandidat sumur Sukowati yang cement bond-nya dapat direparasi  yang Insya Allah bisa memberikan kontribusi yang cukup signifikan," tambah Sekretaris Perusahaan PHE Wahidin Nurluzia M. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Editor : Others
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper