25.000 Peternak sapi Jabar tolak bea impor susu 0%

BANDUNG: Sekitar 25.000 peternak sapi perah Jawa Barat, yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI),  menolak rencana Kementerian Perdagangan menurunkan bea masuk susu sapi impor menjadi 0% karena hal tersebut dapat mengancam keberadaan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 September 2011  |  18:21 WIB

BANDUNG: Sekitar 25.000 peternak sapi perah Jawa Barat, yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI),  menolak rencana Kementerian Perdagangan menurunkan bea masuk susu sapi impor menjadi 0% karena hal tersebut dapat mengancam keberadaan peternak sapi perah lokal.Tendy Kusyamayadi, Kabid Organisasi dan Kelembagaan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jabar, mengatakan saat ini peternak sapi perah di Jabar tengah kesulitan mendapat pakan dan harga pakan yang melonjak drastis.“Sekarang ditambah dengan rencana pemerintah untuk membebaskan bea masuk susu impor, kebijakan itu sangat tidak ditepat di tengah kondisi yang dihadapi peternak saat ini,” ujanrya kepada Bisnis hari ini.Dia mengatakan peternak sapi perah terkadang harus menanggung rugi karena harga jual susu segar tidak sebanding dengan biaya produksi yang mereka keluarkan.Harga jual susu segar ditingkat peternak, lanjutnya, tidak pernah beranjak dari kisaran Rp2.800 – Rp3.200 per liter.  Seharusnya, menurut Tendy, susu segar lokal dihargai Rp3.400 per liter. “Harga Rp3.400 liter itu sekarang hanya berada di tingkat koperasi yang dibeli industri pengolahan sapi (IPS),” jelasnya.Sementara, Tendy mengaku, sudah tiga minggu terakhir ini harga pakan berupa dedak melambung tinggi jaid Rp2.400-Rp2.500 per liter.“Biasanya harga dedak hanya Rp1.500 per liter. Kenaikan harga ini terjadi karena kemarau yang panjang sehingga pakan sulit didapat,” katanya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top