Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Efek Isu Pertamax Oplosan, Warga Serbu SPBU Shell, BP Cs?

Bisnis melakukan penelusuran dengan memantau sejumlah SPBU milik Shell, BP AKR, hingga Vivo di sejumlah titik di Jakarta
Situasi SPBU Shell, Vivo, BP AKR di Tengah Kasus Minyak Mentah Pertamina/Bisnis-Anshary Madya Sukma
Situasi SPBU Shell, Vivo, BP AKR di Tengah Kasus Minyak Mentah Pertamina/Bisnis-Anshary Madya Sukma

Bisnis.com, JAKARTA — Kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina menyorot perhatian. Ramai ajakan untuk beralih dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina ke tempat SPBU lain. Lantas, bagaimana kondisi SPBU Pertamina, Shell, BP AKR dan Vivo? 

Berdasarkan pantauan Bisnis, situasi SPBU Pertamina maupun swasta di Jakarta masih terpantau normal di tengah isu dugaan pencampuran Ron 90 atau lebih rendah dengan Ron 92 atau sejenis Pertamax.

Pada Kamis (27/2/2025) pukul 12.00 WIB - 13.00 WIB, antrean di SPBU Shell di Tebet, Pancoran dan Mampang terdapat antrean. Nampak, sejumlah kendaraan bermotor baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat keluar masuk di SPBU asal Eropa tersebut. 

Sementara itu, SPBU swasta milik BP AKR di Pasar Manggis, Setiabudi serta SPBU Vivo di Pancoran dan Mampang terpantua sepi, tidak terlihat antrean panjang.

Sementara itu, aktivitas antrean di SPBU Pertamina beragam di tengah isu blending Pertamax.

SPBU Pertamina di Jl. Kapten Tendean, Mampang,  Jakarta Selatan
SPBU Pertamina di Jl. Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan

SPBU Pertamina di Jalan Cikoko Barat, Pancoran Jakarta Selatan dan Jalan Kapten Tendean Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta Selatan ramai pengunjung. Antrean mengular cukup panjang. 

Sementara itu, SPBU Pertamina di Jalan Prof. DR. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan dan di SPBU Pertamina Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan terpantau lebih sepi dibandingkan dengan SPBU di Cikoko Barat, dan di Mampang. 

SPBU Vivo di Pancoran
SPBU Vivo di Pancoran

Jika dibandingkan dengan antrean di Pertamina, ketiga SPBU tersebut masih relatif lebih sepi. 

Sekadar informasi, muncul sejumlah protes maupun kritik terhadap produk Pertamax milik Pertamina usai Kejagung mengungkap kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.

Dalam kasus rasuah itu, terdapat salah satu modus yang dinilai merugikan masyarakat, yakni terkait dengan dugaan pencampuran Ron 90 atau lebih rendah dengan Ron 92 atau sejenis Pertamax.  Hal itu kemudian menjadi pembicaraan di sosial media. 

PT Pertamina (Persero) merepons kegaduhan masyarakat di media sosial yang menyebut Pertamax yang dibeli sebenarnya berkualitas RON 90 atau setara Pertalite. Pertamina memastikan bahwa Pertamax (RON 92) yang beredar di masyarakat bukan BBM oplosan.

VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menegaskan kualitas BBM yang dijual ke masyarakat sesuai dengan ketentuan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dengan kata lain, Pertamax yang dibeli masyarakat tetap dengan kualitas RON 92.

"Bisa kami pastikan bahwa produk yang sampai ke masyarakat itu sesuai dengan speknya masing-masing. RON 92 [adalah] Pertamax, RON 90 adalah Pertalite," kata Fadjar di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (25/2/2025).

Dia juga memastikan tidak ada praktik pengoplosan BBM untuk menjadi Pertamax yang dijual ke masyarakat. Fadjar menyebut yang menjadi pokok pemeriksaan dari Kejaksaan Agung adalah praktik impor RON 90 yang seharusnya RON 92.

"Jadi bukan adanya oplosan sehingga mungkin narasi yang keluar yang tersebar sehingga ada misinformasi di situ," ucap Fadjar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper