Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kapitalisasi Pasar Tesla Milik Elon Musk Anjlok, Ini Penyebabnya

Saham Tesla, anjlok 8% pada perdagangan Selasa (25/2/2025) yang memicu penurunan kapitalisasi pasarnya di bawah level US$1 triliun.
Pengunjung melihat-lihat mobil Tesla Model 3 di samping Model Y yang dipajang di showroom Tesla di Beijing, China, 4 Februari 2023./Reuters-Florence Lo
Pengunjung melihat-lihat mobil Tesla Model 3 di samping Model Y yang dipajang di showroom Tesla di Beijing, China, 4 Februari 2023./Reuters-Florence Lo

Bisnis.com, JAKARTA - Saham produsen kendaraan listrik Tesla, anjlok 8% pada perdagangan Selasa (25/2/2025) waktu setempat yang memicu penurunan kapitalisasi pasarnya di bawah level US$1 triliun untuk pertama kalinya sejak November.

Melansir Reuters pada Rabu (266/2/2025), harga saham Tesla turun menjadi US$305, meninggalkan perusahaan dengan kapitalisasi pasar US$981 miliar.

Meski demikian, kapitalisasi Pasar Tesla masih dua kali lipat nilai gabungan General Motors, Ford Motor, Volkswagen, Toyota, Hyundai, dan BMW.

Anjloknya saham Tesla menyusul data yang menunjukkan penjualan mobil listrik milik perusahaan merosot di Eropa pada Januari. Asosiasi Produsen Mobil Eropa melaporkan bahwa penjualan Tesla turun 45% di Eropa, dibandingkan dengan lonjakan 37% pada keseluruhan penjualan kendaraan listrik di Eropa.

Penurunan penjualan ini menggarisbawahi tantangan Tesla menyusul penurunan pengiriman global tahun lalu yang meningkatkan tekanan pada CEO Elon Musk untuk meluncurkan model dengan harga lebih rendah serta mobil otonom yang menurutnya mendukung masa depan Tesla.

Beberapa investor juga khawatir bahwa peran Musk dalam mengawasi perampingan radikal pemerintah federal, atas perintah Presiden AS Donald Trump, berpotensi mengalihkan perhatiannya dari Tesla.

Posisi Musk dalam pemerintahan Trump juga merusak daya tarik merek perusahaan tersebut di mata sebagian konsumen. Musk juga mengepalai pembuat roket luar angkasa swasta SpaceX dan perusahaan swasta lainnya.

“Dia adalah operator yang sangat aktif, dan jika Anda menghabiskan banyak waktu di kantor Gedung Putih, berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk menjalankan semua perusahaan Anda yang lain, termasuk perusahaan yang diperdagangkan secara publik?” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth di Boston.

Hogan menambahkan, Kekhawatiran tentang potensi investasi berlebihan dalam kecerdasan buatan juga membebani Tesla, serta Microsoft dan Meta menjelang chip AI kelas berat Nvidia merilis laporan triwulanan pada Rabu waktu setempat.

Saham Tesla baru-baru ini diperdagangkan pada pendapatan yang diharapkan 112 kali lipat, di atas rata-rata PE lima tahun sebesar 93, menurut LSEG. Sebagai perbandingan, saham Ford bernilai delapan kali lipat pendapatannya, dan GM bernilai tujuh kali lipat.

Para pendukung saham Tesla menyebut masih ada beberapa sentimen-sentimen positif untuk perusahaan tersebut, yakni rencana untuk meluncurkan kendaraan listrik baru yang lebih murah dan janji Musk untuk meluncurkan layanan mobil otonom berbayar.

Dengan penurunan pada hari Selasa, saham Tesla tetap naik 51% selama 12 bulan terakhir. Secara year-to-date, sahamnya turun 24%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper