Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wapres Maruf Sebut Potensi Industri Logistik di Asia Pasifik Tinggi

Wapres Ma'ruf Amin berpesan agar para pelaku logistik dapat terus mendukung upaya peningkatan ekosistem dan daya saing bidang logistik
Truk pengangkut logistik melintas di ruas tol lingkar luar, Jakarta, Jumat (15/3/20249). Bisnis/Arief Hermawan P
Truk pengangkut logistik melintas di ruas tol lingkar luar, Jakarta, Jumat (15/3/20249). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin optimistis terdapat potensi besar dari sektor industri logistik di kawasan Asia Pasifik yang perlu untuk terus didorong.

Hal ini dia sampaikan saat menyampaikan sambutan secara virtual pada FIATA Regional Asia Pacific (RAP) Meeting yang berlangsung di Merusaka Hotel Nusa Dua, Bali, pada Kamis (11/07/2024).

"Potensi industri logistik di Kawasan Asia Pasifik sangat besar. Didukung dengan pertumbuhan ekonomi yang positif dan tingginya investasi, serta peningkatan volume perdagangan menjadikan kawasan ini berperan strategis dalam perdagangan global," tuturnya dikutip melalui Youtube Sekretariat Wapres.

Lebih lanjut, orang nomor dua di Indonesia itu menyampaikan, salah satu pendukung potensi ini adalah keberadaan kawasan Asia Pasifik yang menjadi rumah bagi sembilan pelabuhan peti kemas terbesar di dunia, yang diproyeksikan akan terus tumbuh.

Namun, Wapres Ke-13 di depan para pelaku bisnis dari berbagai sektor, termasuk perusahaan pengiriman, maskapai penerbangan, dan perusahaan pelayaran ini, dia juga mengingatkan bahwa potensi besar ini memiliki berbagai tantangan.

"Potensi besar sektor logistik di Asia Pasifik ini juga menghadapi tantangan, seperti ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, dan fluktuasi nilai tukar mata uang, yang secara langsung memengaruhi harga bahan bakar, sehingga mengakibatkan kenaikan biaya logistik dan pengangkutan," paparnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Wapres asal Tangerang itu menekankan pentingnya upaya meningkatkan efisiensi, inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi di sektor logistik.

Di sisi lain, kata Ma’ruf pemerintah juga berkomitmen untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur logistik di Indonesia melalui berbagai proyek, seperti; jalan tol, pelabuhan, bandara, dan jalur kereta api.

Menurutnya, proyek-proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia. Melalui upaya tersebut, pemerintah meyakini sektor logistik dapat makin berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Pada 2023, kontribusi sektor logistik terhadap produk domestik bruto mencapai hingga Rp1.000 triliun," ungkap Wapres.

Oleh sebab itu, Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu berpesan agar para pelaku logistik dapat terus mendukung upaya peningkatan ekosistem dan daya saing bidang logistik untuk semakin memperkuat kontribusi di lapangan.

"Transformasi digital di sektor logistik akan meningkatkan efisiensi, transparansi, kecepatan, dan akurasi dalam proses distribusi, yang akhirnya akan menurunkan biaya logistik," pesannya.

Sekadar informasi, FIATA (International Federation of Freight Forwarders Associations) adalah organisasi internasional yang mewakili sektor pengiriman barang dan logistik di seluruh dunia, berperan dalam mempromosikan standar, pelatihan, dan kebijakan yang mendukung industri logistik global.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper