Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BP Tapera Bantah Iuran Peserta Bakal Dipakai Pembangunan IKN

BP Tapera membantah tudingan bahwa iuran peserta Tapera bakal dimanfaatkan untuk mendanai pembangunan IKN.
Karyawati berada di dekat logo BP Tapera di Jakarta, Rabu (5/6/2024). JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati berada di dekat logo BP Tapera di Jakarta, Rabu (5/6/2024). JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menepis kabar bahwa iuran peserta di program Tapera dapat dimanfaatkan untuk menyuntik pembangunan IKN hingga sarat akan unsur politik.

Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana BP Tapera, Sugiyarto, menuturkan bahwa hal itu tidaklah benar. Pasalnya, iuran Tapera dijamin akan dikembalikan penuh kepada para peserta.

"Tidak ada hubungannya antara dana peserta dengan pembangunan IKN. Karena, uang yang berasal dari peserta murni digunakan untuk peserta," kata Sugiyarto dalam Forum Group Dicussion, Selasa (11/6/2024).

Sugiyarto juga menjelaskan, teknis pengelolaan dana Tapera nanti langsung dialokasikan pada 3 pos utama yakni deposito, instrumen investasi untuk pemupukan serta dialokasikan untuk subsidi kredit bunga.

"Berdasarkan aturan yang ada, dana peserta Tapera hanya bisa digunakan untuk kepentingan para peserta itu sendiri," tegasnya.

Sebagai informasi, kabar mengenai dana iuran Tapera dapat digunakan untuk membiayai pembangunan IKN hingga menjalankan program makan siang gratis pertama kali digaungkan oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Bukan tanpa alasan, asumsi tersebut lahir usai BP Tapera diketahui bakal menempatkan sebesar 45% iuran dana pemupukan pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN).

Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira dan Direktur Ekonomi CELIOS Nailul Huda dalam risetnya mengatakan, pemerintah seolah tengah mendorong pembelian SBN melalui tangan kanan pemerintahan di pasar keuangan. 

Berbagai lembaga pengelolaan investasi pelat merah diminta untuk lebih banyak menanamkan porsi investasi di SBN, termasuk Tapera. Sehingga, ada potensi legit dari pengumpulan dana yang berpotensi mencapai Rp135 triliun dari masyarakat.

Dengan target Rp160 triliun penerbitan SBN pada tahun 2024, maka 37% penerbitan SBN bisa terpenuhi hanya dari BP Tapera.

"Penggunaannya pun tidak akan terbatas pada perumahan, melainkan dapat digunakan untuk program pemerintah mulai dari pembangunan IKN hingga makan siang gratis ke depan," ujar Tim Riset CELIOS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper