Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi Mendadak Panggil Gubernur BI & Menteri ke Istana, Ada Apa?

Presiden Jokowi mendadak memanggil Gubernur BI dan menteri-menteri ke Istana pada Selasa (16/4/2024) untuk membahas dampak konflik Iran vs Israel.
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers sebelum berangkat ke Australia dalam rangka menghadiri KTT ASEAN-Australia di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (4/3/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers sebelum berangkat ke Australia dalam rangka menghadiri KTT ASEAN-Australia di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (4/3/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri kabinet dan Gubernur Bank Indonesia untuk melaksanakan rapat terbatas terkait dengan situasi global akibat konflik Iran vs Israel yang memanas di Istana Negara, Selasa (16/4/2024).

Menurut pantauan Bisnis, secara berurutan tokoh-tokoh yang hadir di kompleks Istana Kepresidenan tiba pada pukul 09.32 WIB. Mulai dari Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memastikan bahwa pihaknya akan terus memastikan dalam mengawasi perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sudah menembus level Rp16.000 per dolar AS

Dia mengatakan bahwa Bank Sentral RI itu akan memastikan nilai tukar terjaga melalui sejumlah skema, seperti pasar spot (tunai) atau pembelian secara tunai maupun non-delivery forward (NFD).

"Kami akan memastikan nilai tukar akan terjaga, kami lakukan intervensi baik melalui spot maupun non delivery forward (NFD). Kami jajakan koordinasi dengan pemerintah dengan fiskal bagaimana jaga moneter dan fiskal. Kami pastikan kami di pasar untuk melakukan langkah stabilisasi," ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (16/4/2024).

Lebih lanjut, dia mengamini bahwa akan ada arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar.

"Nanti ada [arahan]," pungkas Perry.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper