Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Anjlok Rp16.200 per Dolar AS, Gubernur BI Siap Intervensi

Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan intervensi untuk jaga nilai tukar rupiah yang anjlok hingga tembus Rp16.000 per dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo  memenuhi panggilan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri rapat terbatas terkait dengan situasi global akibat konflik Iran-Israel di Istana Negara, Selasa (16/4/2024). JIBI/Akbar Evandio
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memenuhi panggilan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri rapat terbatas terkait dengan situasi global akibat konflik Iran-Israel di Istana Negara, Selasa (16/4/2024). JIBI/Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memastikan bahwa pihaknya akan terus memastikan dalam mengawasi perkembangan nilai tukar rupiah yang anjlok hingga tembus Rp16.000 per dolar Amerika Serikat (AS) usai libur Lebaran 2024. 

Dia mengatakan bahwa Bank Sentral RI itu akan memastikan nilai tukar terjaga melalui sejumlah skema, seperti pasar spot (tunai) atau pembelian secara tunai maupun non delivery forward (NFD).

“Kami akan memastikan nilai tukar akan terjaga, kami lakukan intervensi baik melalui spot maupun non delivery forward [NFD]. Kami jajakan koordinasi dengan pemerintah dengan fiskal bagaimana jaga moneter dan fiskal. Kami pastikan kami di pasar untuk melakukan langkah stabilisasi,” ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (16/4/2024).

Lebih lanjut, dia mengamini bahwa akan ada arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS 

“Nanti ada [arahan],” pungkas Perry.

Sekadar informasi, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah menuju level Rp16.210,5 setelah libur Lebaran 2024 pada Selasa (16/4/2024). 

Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 353,50 poin atau 2,23% menuju level Rp16.201,5 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,14% menuju posisi 106,35. 

Adapun mata uang lain di kawasan Asia mayoritas dibuka melemah. Won Korea, semisal, turun 1,09%, diikuti ringgit Malaysia yang melemah 0,25%, dan yen Jepang turun 0,07%. Adapun, baht Thailand melemah 0,31% dan rupee India turun 0,03%.   

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2024 mencapai US$140,4 miliar, menurun dibandingkan posisi pada akhir Februari 2024 sebesar US$144,0 miliar.  

Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah, antisipasi kebutuhan likuiditas valas korporasi dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah seiring dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Meski turun, posisi cadangan devisa tersebut tetap tinggi.   

Di samping itu, Bank Indonesia juga menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.  


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper