Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Lengser, Menkeu AS Janet Yellen Sebut Potensi Baru untuk Blokade China

Jelang berakhirnya pemerintahan Joe Biden pada Januari 2025 mendatang, Menkeu AS Yellen mengatakan AS akan mempertahankan blokade ekonomi baru ke China.
Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan delegasi pemerintah berkunjung ke Beijing, China untuk membahas bilateral AS-China./ Dok. Bloomberg.
Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan delegasi pemerintah berkunjung ke Beijing, China untuk membahas bilateral AS-China./ Dok. Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menyarankan negaranya akan mempertahankan opsi untuk melindungi sektor-sektor industri baru terhadap China.

Mengutip BloombergKamis (4/4/2024) Hal tersebut diungkapkan oleh Yellen dalam perjalanan menuju China, setelah apa yang ia gambarkan sebagai investasi besar-besaran negara Asia tersebut di berbagai bidang termasuk energi bersih. 

Ketika Yellen ditanya apakah ia akan membahas potensi hambatan perdagangan baru untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas di sektor energi ramah lingkungan oleh China, ia menuturkan bahwa “tidak ingin mengesampingkan kemungkinan cara lain yang dapat kita lakukan untuk melindungi sektor tersebut,” terangnya. 

Komentar Yellen datang ketika para pemimpin China menggelontorkan dana ke bidang manufaktur. Fokus industri baru dari Negeri Tirai Bambu adalah kendaraan listrik, baterai dan energi terbarukan, untuk mencari sumber pertumbuhan baru. 

Kemudian, Gedung Putih juga telah mengisyaratkan keputusan tarif yang tertunda, mengatakan bahwa Presiden Joe Biden membahas mengenai kebijakan perdagangan yang tidak adin dan praktik ekonomi non-pasar China, dalam percakapan telepon awal pekan ini bersama dengan presiden China Xi Jinping. 

Diketahui bahwa kunjungan Yellen ke China sebagian bertujuan untuk menyoroti kelebihan kapasitas industri yang dikhawatirkan dapat mengganggu ekonomi global. 

Selama kunjungannya, Yellen dijadwalkan untuk berada di Guangzhou selama dua hari, pusat yakni komersial dan manufaktur di bagian selatan China, mulai dari tanggal 5 April. Setelahnya, Yellen akan berangkat ke Beijing untuk melanjutkan serangkaian pembicaraan selama dua hari lagi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper