Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Industri Was-was Impor Mesin dari Taiwan Tersendat Imbas Gempa

Mesin-mesin industri nasional banyak mengandalkan produk impor asal Taiwan. Bencana gempa Taiwan dinilai berpotensi memengaruhi produktivitas manufaktur RI.
Sejumlah karyawan tengah memproduksi pakaian jadi di salah satu pabrik produsen dan eksportir garmen di Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Rachman
Sejumlah karyawan tengah memproduksi pakaian jadi di salah satu pabrik produsen dan eksportir garmen di Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri Tanah Air belum menerima dampak hambatan rantai pasok imbas gempa berkekuatan magnitudo 7,2 di Taiwan. Namun, bencana alam tersebut cepat atau lambat berpotensi memengaruhi produktivitas manufaktur RI. 

Ketua Umum Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Dadang Asikin mengatakan, mesin-mesin industri nasional banyak mengandalkan produk impor asal Taiwan. 

"Saya kira yang banyak berpengaruh terhadap industri yang memanfaatkan mesin-mesin dari Taiwan," kata Dadang kepada Bisnis, Kamis (4/4/2024).

Adapun, sejumlah produk utama yang diimpor Indonesia dari Taiwan, yaitu mesin listrik, mesin boiler, mesin pengemasan, hingga mesin rajutan, hingga pemintalan filamen. 

Menurut Dadang, industri tekstil paling banyak menggunakan mesin asal Taiwan. Kualitas mesin asal negara tersebut lebih baik daripada China meskipun harganya masih lebih tinggi. 

"Secara kompetisi Taiwan fokus ke mesin yang medium ke atas dengan tingkat kualitas yang sedikit lebih baik dari China. Namun, harga masih kalah bersaing dengan China," ujarnya. 

Di sisi lain, Deputy of General Secretary Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Indrawan mengatakan, masih belum merasakan hambatan rantai pasok dari gempa terbesar di Taiwan dalam 25 tahun terakhir. 

"Sejauh ini belum ada keluhan dari anggota, walaupun memang kita banyak juga impor mesin-mesin Taiwan," ujar Indrawan, dihubungi terpisah.

Sebelumnya, hal yang sama juga dikatakan oleh Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono yang menyebut bahwa dampak gempa Taiwan tidak begitu signifikan terhadap pasokan bahan baku maupun barang jadi plastik yang diimpor Indonesa. 

"Tetapi kalau untuk mesin-mesin ada beberapa part yang datang dari Taiwan, mudah-mudahan ini tidak begitu dampak ke selatan Taiwan karena industri ada di selatan semua," terangnya. 

Menurut Fajar, apabila dampak gempa tidak parah di wilayah selatan seperti Tainan, Kaohsiung, dan lainnya maka tidak akan berpengaruh terhadap rantai pasok, termasuk untuk suku cadang permesinan, sebagai barang modal industri plastik RI. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper