Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Beras Terus Naik Menuju Puncak, Bakal Melandai saat Ramadan?

Harga beras pada Februari 2024 terus merangkak naik menuju puncak jelang Ramadan.
Buruh mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Buruh mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Harga beras pada Februari 2024 terus merangkak naik menuju puncak. Akankah mulai melandai saat panen raya di bulan Ramadan?

Harga beras yang tinggi bukan hanya terjadi di tingkat pengecer, tapi juga di pasar induk. Berdasarkan data di situs pibc.foodstation.co.id, rata-rata harga beras medium jenis IR 64 di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) untuk hari ini berada di level Rp13.376 per kilogram.

Harga itu naik 22,3% (YoY) dari harga tahun lalu di periode yang sama, dan 4,4% lebih tinggi dari harga bulan sebelumnya. Adapun stok beras di PIBC tercatat mencapai 34.991 ton atau 122,3% lebih banyak dari stok di tahun lalu.

Padahal, pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium Rp13.900 - Rp14.800 per kilogram dan Rp10.900 - Rp11.800 per kilogram untuk beras medium.

Sementara itu, salah seorang bandar beras di PIBC, Anto mengatakan harga beras medium dalam satu pekan terakhir mulai mengalami penurunan sekitar Rp500 dari Rp15.000 per kilogram menjadi Rp14.500 per kilogram. Sedangkan harga beras premium masih konsisten di level Rp16.000 per kilogram.

"Prediksi saya, saat ini puncaknya harga beras," ujar Anto saat dihubungi, Kamis (22/2/2024).

Ihwal pasokan beras, Anto mengaku tidak mengalami kendala di tengah kelangkaan yang terjadi di sejumlah gerai ritel modern. Dia membeberkan saat ini lapaknya masih menerima pasokan beras SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) dari Bulog sekitar 30 ton - 60 ton per minggu. Selain beras Bulog, Anto juga mengaku mendapat pasokan beras dari produsen besar beras premium Cap Topi Koki.

Antop pun memprediksi harga beras akan melandai secara bertahap seiring musim panen mulai Maret 2024.

"Kemungkinan bulan Maret harga beras akan berangsur turun," kata Anto.

Panen raya kini menjadi pertaruhan harga beras saat Ramadan dan Idulfitri. Pengamat pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori mengatakan, surplus produksi beras yang diprediksi terjadi pada Maret 2024 tidak serta-merta dapat menurunkan harga beras.

Musababnya, BPS memproyeksikan surplus produksi beras pada Ramadan itu hanya sekitar 0,97 juta ton. Adapun, Indonesia telah mengalami defisit beras selama delapan bulan berturut-turut sejak Juli 2023.

Minimnya surplus produksi pada bulan depan, kata Khudori, berisiko meningkatkan persaingan di kalangan pelaku usaha penggilingan semakin kompetitif. Apalagi, permintaan saat Ramadan dan Idulfitri cenderung tinggi. Kondisi itu dipastikan akan membuat harga semakin sulit untuk turun.

"Apakah Masih akan ada kenaikan? Agak sulit memperkirakan, tapi sepertinya kalaupun enggak naik itu harga [beras] akan bertahan tinggi," ucapnya.

Setali tiga uang, Ketua Komunitas Industri Beras Rakyat (Kibar), Syaiful Bahari mengatakan puncak panen raya justru akan terjadi pada April - Mei 2024. Namun, produksi saat panen raya sulit dipastikan akibat ketidakpastian iklim dan bencana banjir yang belakangan terjadi sejumlah wilayah sentra.

Syaiful juga menduga akan terjadi perebutan gabah di kalangan penggilingan padi saat panen raya mendatang. Dia pun memprediksi harga gabah kering giling (GKG) pada periode panen raya nanti bertahan tinggi di level Rp7.500 - Rp.8000 per kilogram.

"Meskipun terjadi panen raya,  belum tentu harga gabah ikut turun. Jika harga gabah masih tinggi, biaya produksi beras juga tidak bisa turun," kata Syaiful.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper