Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos BI Blak-blakan Soroti Resesi Jepang & Inggris

Gubernur BI Perry Warjiyo ikut menyoroti resesi ekonomi yang terjadi di Jepang dan Inggris. Proyeksi ekonomi global 2024?
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam wawancara bersama Blooomberg Television di London, Inggris pada Jumat (6/10/20230). - Bloomberg/Betty Laura Zapata
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam wawancara bersama Blooomberg Television di London, Inggris pada Jumat (6/10/20230). - Bloomberg/Betty Laura Zapata

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyoroti resesi ekonomi yang terjadi di dua negara maju, yakni Inggris dan Jepang.

Perry Warjiyo menyampaikan bahwa resesi ekonomi yang terjadi di Inggris dan Jepang ini dapat berdampak atau berpotensi menahan peningkatan pertumbuhan ekonomi global secara keseluruhan. 

“Kontraksi pertumbuhan ekonomi di Inggris dan Jepang yang terjadi pada dua kuartal berturut-turut dapat menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia ke depan,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (21/2/2024).

Adapun, pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari ini, BI menaikkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2023 dan 2024.

Meski ketidakpastian ekonomi dunia masih tinggi, Perry meramal pertumbuhan ekonom global akan lebih baik pada tahun ini. BI bahkan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2023 dan 2024 diperkirakan masing-masing mencapai 3,1% dan 3%.

“[Proyeksi pertumbuhan ekonomi global] Lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya 3% dan 2,8%,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Perry menjelaskan, pertumbuhan ekonomi global yang lebih tinggi ditopang kinerja ekonomi Amerika Serikat dan India yang lebih kuat sejalan dengan kinerja konsumsi dan investasi yang tinggi.

Namun demikian, di samping resesi ekonomi yang terjadi di negara maju, eskalasi ketegangan geopolitik yang berlanjut kata Perry juga masih perlu diwaspadai.

Pasalnya, situasi ini berpotensi menyebabkan berlanjutnya mengganggu pasokan global, meningkatkan harga pangan dan energi, dan menahan penurunan inflasi global.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper