Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintah Beri Bantuan Petani Gagal Panen Rp8 Juta per Hektare

Pemerintah akan memberikan bantuan kepada petani gagal panen akibat banjir sebesar Rp8 juta per hektare
Petani beraktivitas di lahan persawahan di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Petani beraktivitas di lahan persawahan di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah bakal memberikan biaya ganti rugi terhadap petani yang mengalami gagal panen akibat bencana banjir hingga Rp8 juta per hektare

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyebut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat 54.000 hektare sawah di 136 kabupaten/kota yang tersebar di 20 provinsi mengalami gagal panen atau puso akibat banjir selama periode Januari - Maret 2023.

Oleh karena itu, Muhadjir mengatakan bahwa petani yang lahannya terdampak banjir tersebut berhak mendapatkan biaya pengganti atas gagal panen.

"Pemerintah melalui BNPB akan memberikan penggantian biaya produksi gagal akibat banjir senilai Rp8 juta per hektarnya kepada setiap petani yang terdampak," ujar Muhadjir dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (20/2/2024).

Adapun untuk antisipasi gagal panen pada 2023, pemerintah lewat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pertanian (Kementan) akan bekerja sama dengan PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk optimalisasi asuransi tani.

Menurutnya, lewat kerja sama dengan Jasindo akan memperluas faktor risiko gagal panen yang bisa diklaim dalam asuransi seperti kekeringan dan hama.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan lahan petani yang terdampak banjir juga akan mendapatkan bantuan berupa benih dan alat mesin pertanian atau alsintan. Menurutnya, bantuan tersebut perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi di tengah bencana iklim yang terjadi.

"Semua bantuan ini kami berikan karena Indonesia sedang diterpa cuaca ekstrem El Nino dan juga musim hujan La Nina," tuturnya.

Menurut Amran, adanya bencana banjir akibat El Nino juga menyebabkan harga beras mengalami kenaikan signifikan di sejumlah daerah. Dia pun memperkirakan bencana banjir masih akan berlangsung hingga akhir Februari 2024. Oleh karena itu, Amran turut mengimbau petani untuk bergotong-royong memompa genangan air agar lahan sawah bisa digunakan kembali.

"Kita tidak boleh berdiam diri dan menjadi penonton, saat ini kita sedang mencari alternatif dan solusi untuk mengatasinya," kata Amran.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper