Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bicara Hasil Pilpres 2024, Mentan Amran Harap Lanjutkan Program Pangan Jokowi

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengharapkan pemerintahan selanjutnya dapat melanjutkan program pangan Jokowi.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (25/10/2023) - BISNIS/Ni Luh Anggela.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (25/10/2023) - BISNIS/Ni Luh Anggela.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengharapkan pemerintahan selanjutnya dapat melanjutkan program pangan yang telah berjalan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut disampaikan Amran saat menuju TPS Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2024).

“Mohon untuk dilanjutkan pembangunan yang sudah bagus ini,” kata Amran dalam keterangan resmi, Rabu (14/2/2024) 

Menurutnya, sektor pertanian dalam negeri tumbuh positif di masa kepemimpinan Jokowi. Hal tersebut, lanjut dia, tercermin dari kesuksesan Jokowi dalam membawa Indonesia mencapai swasembada pangan yakni pada 2017,2018, dan 2020.

Dia mengatakan, prestasi tersebut tidak mudah tercapai lantaran Indonesia kala itu tengah dihadapkan pada fenomena cuaca el nino, covid-19 dan juga krisis global lainya.

“Ke depannya bukan lagi swasembada tetapi mimpi besar kita adalah ekspor untuk memberi pangan kepada dunia,” ujarnya.

Sebelumnya, Amran mengestimasi bahwa Indonesia akan memproduksi beras hingga 3,5 juta ton pada akhir Maret 2024 atau setelah Pilpres 2024.  

Dia mengatakan bahwa produksi tersebut diharapkan dapat menjadi upaya dalam menangkal kelangkaan beras di Tanah Air.

“Estimasi tidak meleset lah 3—3,5 juta ton [produksi beras pada akhir Maret],” ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (13/2/2024)/ 

Lebih rinci, Andi menjabarkan bahwa pemerintah telah melakukan standing crop atau tanaman yang sudah ditanam sejak Desember 2023 sebanyak 1,5 juta hektare (Ha) dan ditambah sebanyak 1,7 Ha pada Januari 2024. Adapun, total standing crop menjadi 3,2 Ha.

“Mudah-mudahan bulan [Februari] ini [bisa ditanam] satu juta atau 1,5 juta. Sekarang ini kita mempercepat tanam di Pulau Jawa karena produksi di Pulau Jawa, Lampung 70% produksi ada di sana,” ucapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper