Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Beras Melambung, Mentan Amran Janjikan Ini ke Jokowi

Kementerian Pertanian (Kementan) akan melakukan percepatan penanaman padi guna menggenjot produksi beras dalam negeri, di tengah melambungnya harga beras.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (25/10/2023) - BISNIS/Ni Luh Angela.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (25/10/2023) - BISNIS/Ni Luh Angela.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa produksi beras dalam negeri bisa meningkat. Hal tersebut disampaikan Mentan dalam merespons melambungnya harga beras.

Dia menuturkan, produksi beras bisa meningkat melalui sejumlah upaya, mulai dari mengoptimalkan lahan hingga memberikan subsidi pupuk. 

Amran mengungkapkan, luas tanam padi pada Desember 2023 sudah mencapai 1,5 juta hektare dan terus bertambah menjadi 1,7 juta hektare di Januari 2024.

“Artinya tiga bulan ke depan mulai Desember, Januari itu Insya Allah produksi baik, sudah meningkat,” kata Amran usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Selasa (13/2/2024).

Memasuki Februari 2024, Kementerian Pertanian (Kementan) akan melakukan percepatan penanaman padi guna menggenjot produksi beras dalam negeri, di tengah melambungnya harga beras global. Salah satu upaya untuk mempercepat penanaman padi adalah dengan menyiapkan irigasi perpompaan di kawasan pertanian.

Untuk mendukung peningkatan produksi padi, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyatakan pihaknya menunggu arahan Kementan untuk memastikan musim tanam padi dan lokasi penanaman padi.

“Nanti tunggu lokasi dari beliau, saya nyarikan sumber air,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amran juga berencana untuk mengoptimalkan lahan rawa yang dulunya hanya dapat ditanami satu kali menjadi 2 hingga tiga kali tanam dalam satu tahun.

Pemerintah juga akan memberikan insentif benih gratis kepada petani yang ingin melakukan perluasan tanam. “Kami siapkan 2 juta hektare untuk jagung dan 2 juta hektare untuk benih padi,” ujarnya.

Selain itu, kata Amran, pemerintah akan memberi pupuk tambahan bagi para petani tepat waktu dan tepat volume. 

Sebelumnya, Jokowi telah menyetujui tambahan subsidi pupuk sebesar Rp14 triliun. Melalui penambahan subsidi pupuk, kepala negara kala itu optimistis produksi beras akan lebih merata di seluruh wilayah. 

“Saya tidak ingin dengar itu tadi Menteri Pertanian juga sudah menyampaikan belinya pupuk tidak usah memakai kartu tani boleh memakai KTP juga bisa, setuju. Target kita di Jawa Tengah ini produksi beras bisa kembali ke ranking dua lagi,” kata Jokowi pada Januari 2024.

Di sisi lain, dia mengklaim bahwa penambahan anggaran pupuk bersubsidi untuk 2024 juga dapat menekan impor beras dan pangan lainnya karena produksi yang lebih mumpuni. Pasalnya, pertambahan penduduk nasional mencapai 4-4,5 juta jiwa setiap tahunnya.

“Yang kita harapkan adalah tidak impor beras lagi tapi itu dalam prakteknya sangat sulit karena produksi kita ini selalu tidak mencapai [target]. Semua butuh makan penduduk kita sekarang sudah hampir 280 juta jiwa ,semuanya butuh semuanya butuh beras,” tegasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper