Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IMF: Pertumbuhan Ekonomi Timur Tengah Bakal Melambat Akibat Minyak Mentah dan Konflik Gaza

IMF menuturkan bahwa perekonomian Timur Tengah melambat karena pemangkasan produksi minyak dan konflik Israel-Gaza.
Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva./ Bloomberg
Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva./ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Timur Tengah tahun ini berpotensi tertinggal di bawah proyeksi pertumbuhan global karena pemangkasan produksi minyak dan konflik Israel-Gaza. 

Dalam Forum Fiskal Arab di Dubai, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memperingatkan adanya potensi dampak yang lebih luas terhadap perekonomian regional jika konflik di Gaza terus berlanjut.

Ia mengatakan walaupun perekonomian global secara mengejutkan menunjukan kondisi yang tangguh meskipun adanya ketidakpastian. 

Georgieva menjelaskan negara-negara tetangga Israel dan Palestina melihat konflik tersebut membebani pendapatan pariwisata. Serangan di Laut Merah juga membebani biaya pengiriman secara global. 

“[Faktor-faktor tersebut menambah] tantangan perekonomian yang masih dalam tahap pemulihan dari guncangan sebelumnya,” jelasnya pada forum tersebut di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemerintahan Dunia di Dubai, seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/2/2024).

Sebelumnya, dalam laporan ekonomi regional bulan lalu, IMF merevisi ke bawah perkiraan pertumbuhan PDB untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, dengan menurun menjadi 2,9% pada 2024. Angka tersebut turun dibandingkan proyeksi Oktober 2023, di mana sebagian besar disebabkan oleh pengurangan produksi minyak jangka pendek dan konflik di Gaza. 

Laporan kedua negara tersebut juga berbeda dengan prospek Amerika Serikat (AS) dan China, dimana IMF pada bulan lalu meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih tinggi, dan menyebutkan menurunnya inflasi lebih cepat dari perkiraan. 

Terkait konflik saat ini, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman menargetkan kapal-kapal komersial dengan drone dan rudal di Laut Merah sejak pertengahan November 2023. 

Houthi menuturkan bahwa serangan yang dilakukan oleh mereka merupakan solidaritas terhadap warga Palestina, ketika Israel menyerang Hamas di Gaza. 

Namun, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, menganggap bahwa mereka tidak pandang bulu dan merupakan ancaman terhadap perdagangan global. 

Akibat konflik tersebut, beberapa pengirim barang global telah mengalihkan lalu lintas ke Tanjung Harapan, rute yang lebih panjang dibandingkan melalui Terusan Suez di Mesir.

Di sela-sela pertemuan, Menteri Keuangan Mesir Mohamed Maait juga mengatakan bahwa sebagian dampak pengalihan pendapatan Terusan Suez dapat diserap, karena pertumbuhan yang baik pada periode sebelum “peristiwa tersebut” terjadi. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper