Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Patimban Telan Investasi Rp43,22 Triliun, Gendong 3 Kawasan Industri

Pelabuhan Patimban akan menopang 3 kawasan industri dengan nilai investasi yang mencapai Rp43,22 triliun.
Foto udara suasana di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Rabu (7/9/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Foto udara suasana di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Rabu (7/9/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban yang menelan biaya investasi Rp43,22 triliun akan menopang kegiatan ekonomi pada tiga kawasan industri di Jawa Barat. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembangunan Pelabuhan Patimban bertujuan untuk mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dari pelabuhan. Hal tersebut diharapkan berdampak pada penguatan ketahanan ekonomi. 

Selain itu, Patimban juga diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas di Jakarta dengan adanya pembagian arus lalu lintas kendaraan yang langsung ke arah Patimban.

Airlangga menjelaskan, Pelabuhan Patimban menjadi urat nadi dari pengembangan Kawasan Rebana. Selain itu, pelabuhan ini juga akan menopang sejumlah Kawasan Industri di wilayah Jawa Barat.

“Pelabuhan Patimban dibangun juga untuk menopang Kawasan Industri di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta,” jelas Airlangga dalam keterangan resminya, Rabu (24/1/2024).

Dia melanjutkan, Pelabuhan Patimban juga memberikan dampak signifikan pada Kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi tujuh Kabupaten/Kota, yaitu Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Kuningan, dan Kota Cirebon. 

Airlangga menerangkan, Kawasan Rebana diestimasikan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian mencapai 7,16%, membuka peluang terciptanya 4,39 juta lapangan pekerjaan, serta peningkatan investasi sebesar 7,77%. 

Selain itu, juga ada proposal Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri dengan nilai investasi keseluruhan mencapai Rp169,5 triliun untuk mendukung Pelabuhan Internasional Patimban yang berfokus pada produksi semi konduktor, elektronika, dan petrokimia.

Dia menambahkan, produk otomotif yang hendak diekspor ke berbagai negara seperti Jepang dan Singapura juga dapat melalui Patimban. Airlangga mengatakan, tren ekspor otomotif Indonesia meningkat tiap tahunnya dan kawasan Patimban disiapkan untuk menampung 218.000 unit kendaraan. 

“Tahun kemarin tercapai di atas 100%. Jadi sudah bisa dimanfaatkan maksimal,” katanya.

Adapun, pada periode Desember 2021-Desember 2023, Pelabuhan Patimban telah melayani aktivitas bongkar muat domestik sebanyak 184.948 CBU (Completely Build Up) dan untuk bongkar muat internasional sebanyak 268.968 CBU, yang terdiri dari bongkar muat car terminal serta layanan terhadap 20 kapal multipurpose. 

 

Airlangga menambahkan, saat ini, pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban fase 1 tahap 1 telah selesai dan sudah beroperasi serta pembangunan fase 1 tahap 2 masih terus dilakukan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper