Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ESDM Mulai Lelang EPC Proyek Pipa Gas Cisem Tahap II Maret 2024

Kementerian ESDM mulai membuka lelang desain EPC proyek transmisi pipa gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap II pada Maret 2024.
Ilustrasi pipa gas/Istimewa
Ilustrasi pipa gas/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mulai membuka lelang desain engineering procurement construction (EPC) proyek transmisi pipa gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap II pada Maret 2024. 

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menargetkan awal konstruksi transmisi pipa ruas Batang-Kandang Haur Timur itu bisa dimulai pada Juni tahun ini. 

“Lelang EPC Maret 2024, target awal kontruksi Juni 2024,” kata Laode saat dikonfirmasi, Senin (8/1/2024). 

Adapun, Kementerian ESDM saat ini masih menggelar lelang untuk manajemen konstruksi (MK). 

Laode berpendapat minat dari badan usaha untuk mengerjakan konstruksi ini bakal tinggi menyusul proyek pipa Cisem tahap I (ruas Semarang-Batang) yang telah rampung akhir tahun lalu. 

“Kalau berkaca dari Cisem I yang minat banyak,” kata dia. 

Rencananya, proyek itu bakal menelan investasi sekitar Rp3,34 triliun dari alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan skema kontrak tahun jamak atau multi years contract untuk periode 2024-2025.

Potensi demand pipa Cisem tahap II ini, antara lain industri di Cirebon, Tegal, Pekalongan, Brebes dan Pemalang dengan volume sekitar 5,8-12 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

Selain itu, ada potensi konsumen komersial seperti hotel dan restoran, jaringan gas rumah tangga, kilang minyak Balongan dengan volume 24 MMscfd dan berpotensi meningkat hingga 42 MMscfd. Potensi permintaan lainnya adalah pembangkit tenaga listrik dengan volume 189-199 MMscfd.

“Saat ini ruas Semarang-Batang telah selesai dan sedang disiapkan proyek pipa gas Batang-Cirebon-Kandang Haur sepanjang 240 kilometer,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (30/10/2023).

Di sisi lain, Arifin menambahkan, kementeriannya tengah mempersiapkan pembangunan pipa gas ruas Dumai-Sei Mangke di Sumatra bagian utara. Nantinya infrastruktur pipa gas akan terhubung dari Jawa Timur sampai Sumatra Utara.  

"Selama ini, Sumatra bagian utara itu kebutuhan gasnya disupplai dari pengapalan 16 kargo LNG dari Papua dan Kaltim," tuturnya. 

Total anggaran yang akan dipakai untuk pembuatan pipa gas Dumai-Sei Mangke sebesar Rp6,6 triliun dan akan menyalurkan potensi gas bumi dari Wilayah Kerja (WK) Agung dan Andaman di Aceh untuk dimanfaatkan di Jawa dan Sumatra. 

Jika pipa gas sudah tersambung dari Sumatera hingga Jawa Timur, maka akan ada penambahan penerima jaringan gas kota (jargas) di Cisem sebanyak 300.000 sambungan rumah tangga (SR) dan Dumai-Sei Mangke sebanyak 600.000 SR.  

Dari angka tersebut akan mengurangi subsidi LPG 3 kg sebanyak Rp630 miliar per tahun, dan akan menghemat devisa impor LPG sebesar Rp1,08 triliun per tahun. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper