Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemendag Buka Peluang Pengemasan Minyak Goreng di Timur Tengah dan Afrika

Kemendag membuka peluang pengemasan minyak goreng di Timur Tengah dan Afrika.
Pengunjung memilih minyak goreng kemasan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (31/7/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Pengunjung memilih minyak goreng kemasan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (31/7/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggenjot potensi pasar pengemasan minyak goreng di Timur Tengah dan Afrika.

Atase Perdagangan Kairo, M. Syahran Bhakti mengatakan, salah satu upaya untuk mendorong potensi pasar pengemasan minyak goreng Indonesia, pihaknya melakukan kunjungan ke perusahaan ekspor dan impor El Tawheed. Dia membeberkan, dalam kunjungan tersebut, Indonesia mendapat tawaran kerja sama di bidang industri pengemasan minyak goreng.

"Industri pengemasan minyak goreng Indonesia memiliki peluang yang besar untuk dipasarkan di pasar regional Timur Tengah dan Afrika," ujar Syahran dikutip dalam keterangan resmi, Senin (8/1/2024).

Direktur Utama El Tawheed Khaled Khouly menyebut, potensi impor yang dilakukan El Tawheed dari Indonesia mencapai US$6 juta atau sekitar Rp93,1 miliar pada 2024. Terutama untuk produk minyak sawit dan turunannya, tuna kaleng dan sarden kaleng.

Selain itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Provinsi Fayoum Madi Taha Jaballah dalam pertemuannya dengan delegasi KBRI Kairo turut membahas peluang peningkatan investasi dan bisnis bilateral antara Indonesia - Mesir.

Adapun Magdi menuturkan, pihak Kadin Fayoum menawarkan temu bisnis dan pameran produk Indonesia skala menengah di Mesir dan sebaliknya. Dengan begitu, eksportir Mesir juga dapat memasarkan produknya di Indonesia.

Dia juga mengusulkan adanya penandatanganan nota kesepahamanan antara Kadin Fayoum dengan Kadin di Indonesia.

"Pertemuan ini diharapkan akan menghasilkan banyak rekomendasi untuk kepentingan peningkatan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Mesir," ujar Magdi.

Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, kerja sama perdagangan Indonesia - Mesir dalam satu dekade terakhir bernilai lebih dari US$1 miliar per tahun. Data BPS mencatat nilai perdagangan Indonesia-Mesir pada periode Januari hingga Oktober 2023 mencapai US$1,3 miliar.

Adapun komoditas perdagangan kedua negara selama ini saling melengkapi. Perdagangan Indonesia ke Mesir meliputi minyak kelapa sawit, biji kopi, kakao, kertas, briket arang, sabun, tuna kalengan, sarden kalengan, benang, dan produk potensial lainnya. Adapun produk dari Mesir yang diekspor ke Indonesia antara lain fosfat, kurma, jeruk, molases, anggur, stroberi, dan tanaman herbal.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper