Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Luhut soal Investasi Proyek Baterai CATL Rp90,50 Triliun: Seperti Pertandingan Tinju

Menko Marves angkat bicara terkait kepastian investasi Contemporary Emperex Technology Co. (CATL) pada proyek baterai listrik di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis/Abdullah Azzam
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan mengibaratkan kepastian investasi Contemporary Emperex Technology Co. (CATL) pada proyek baterai listrik di Indonesia seperti pertandingan tinju. 

Luhut mengatakan perumpamaan tanding tinju itu paling tepat menggambarkan momentum investasi raksasa yang berhasil digaet pemerintah dari produsen baterai listrik dunia tersebut. 

CATL yang yang menjadi pemasok baterai untuk produsen mobil listrik seperti Tesla, Grup Volkswagen, Grup BMW dan Nissan itu saat ini telah menguasai pasar global sebesar 37%. 

Timing beats speed, precision beats power. Itulah ungkapan yang sering kita dengar dalam sebuah pertandingan tinju, menggambarkan bahwa momentum seringkali tidak datang hingga dua kali apalagi berkali-kali,” kata Luhut seperti dikutip dari akun instagram pribadinya, Jumat (29/12/2023). 

Seperti diketahui, PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam (ANTM) telah menyelesaikan transaksi proyek hilirisasi nikel menjadi baterai kendaraan listrik bersama dengan HongKong CBL Limited (HKCBL), anak usaha Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL).  

Penandatanganan perjanjian jual beli atau sales purchase agreement (SPA) saham pada anak usaha Antam, PT Sumberdaya Arindo (SDA) dan PT Feni Haltim (FHT), dengan afiliasi raksasa baterai asal China, Contemporary Emperex Technology Co. (CATL) itu dilakukan di Kementerian Investasi, Jakarta, Kamis (28/12/2023). 

Jual beli saham di SDA dan FHT itu menandakan dimulainya kerja sama Antam dan CATL di sisi hulu tambang serta pemurnian dan pengolahan lebih lanjut turunan nikel sebelum diolah menjadi bahan baku baterai listrik. 

“Kerja sama ini merupakan kemitraan pertama di dunia yang akan tergabung dalam sebuah proyek integrasi baterai EV Indonesia, yang mencakup seluruh rangkaian, mulai dari penambangan, pemrosesan nikel, pembuatan baterai hingga daur ulang,” ujar Luhut.

Adapun, Antam dan CBL melakukan dua transaksi pada Kamis (28/12/2023). Selain perjanjian transaksi, Antam dan HKCBL juga telah menandatangani perjanjian terkait rencana pendirian perusahaan untuk proyek hidrometalurgi (HPAL JVCO). Hal itu berdasarkan perjanjian Perusahaan Patungan HPAL JVCO antara Antam dan HKBCL pada 22 Desember 2023. 

"Rangkaian transaksi antara ANTAM dan CBL di atas merupakan wujud pengembangan usaha Antam melalui hilirisasi mineral nikel yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Transaksi tersebut akan menjadi landasan penting bagi pengembangan ekosistem EV Battery di Indonesia," papar Syarif Faisal Alkadirie, Sekretaris Perusahaan Antam melalui siaran pers, dikutip Jumat (29/12/2023). 

Transaksi pertama, yaitu transaksi jual-beli saham pada anak perusahaan Antam, PT Sumberdaya Arindo (SDA) berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat sehubungan dengan saham di SDA tanggal 16 Januari 2023 yang diselesaikan pada 28 Desember 2023. 

Kedua, transaksi jual-beli saham pada anak perusahaan ANTAM yaitu PT Feni Haltim (FHT) berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat sehubungan dengan saham di FHT tanggal 4 Mei 2023 yang diselesaikan pada 28 Desember 2023. 

Nilai transaksi divestasi SDA-HKCBL yang akan dibayarkan secara tunai oleh HKCBL kepada Antam adalah sebesar US$416,5 juta. Dengan estimasi kurs Jisdor, Kamis (28/12/2023) Rp15.416 per dolar AS, nilai transaksi tersebut setara Rp6,420 triliun. 

"Antam juga memiliki hak bersifat kontigensi untuk menerima pembayaran apabila terdapat tambahan cadangan di area tambang SDA dalam periode 36 bulan sejak transaksi, yakni tanggal 28 Desember 2023," seperti dikutip dari laporan transaksi material ANTM.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper