Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menteri Jokowi Jawab Sindiran Co-Captain Timnas Anies-Muhaimin Soal IKN: Pikirannya Keliru

Menteri Investasi/Kepala BKPM dalam kabinet Presiden Jokowi, Bahlil Lahadalia menjawab sindiran Co-Captain Timnas Anies-Muhaimin Thomas Lembong soal IKN.
Suasana pembangunan Sumbu Kebangsaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). Presiden Joko Widodo menyebut progres pembangunan IKN sudah mencapai sekitar 40 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Suasana pembangunan Sumbu Kebangsaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). Presiden Joko Widodo menyebut progres pembangunan IKN sudah mencapai sekitar 40 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjawab sindiran dari Thomas Lembong, Co-Captain Timnas Anies-Muhaimin yang menyebut investor sudah sejak awal ragu untuk membiayai Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Sebelumnya, capres Anies Baswedan sempat mengungkapkan akan mengkaji ulang manfaat IKN jika dirinya memenangkan kontestasi Pilpres 2024.  

“Kalau kata undang-undang, hari ini ibu kotanya masih Jakarta dan menurut undang-undang, nantinya akan pindah ke Nusantara. Betul? Nanti saya lihat, kalau saya terpilih, kita akan kaji ulang itu semua,” kata Anies dalam acara Desak Anies di Bandung, Rabu (29/11/2023).

Selanjutnya, Thomas yang merupakan Co-Captain Tim Pemenangan Nasional (TPN) Anies-Muhaimin menilai bahwa investor memang sudah ragu untuk menanamkan modalnya di IKN, bukan hanyak baru-baru ini, melainkan sejak awal. 

Thomas yang merupakan mantan Kepala BKPM (2016-2019) menyebut bahwa kepercayaan investor memang sudah ada sejak awal rencana IKN dan bukan sejak penolakan yang dilakukan oleh Anies Baswedan. 

“Itu non-sense lah [investasi di IKN oleh swasta], investor kan sudah ragu dari awal, bukan ragu sekarang, ya kan?” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (6/12/2023). 

Menanggapi hal tersebut, Bahlil menekankan bahwa pernyataan Thomas Lembong tersebut keliru. Faktanya, pembangunan IKN terus berlanjut. 

“Kalau dia kan jadi kepala BKPM belum ada IKN. Jadi, ya dia aja punya pikiran begitu. Saya kan nggak. Ya, tetap. Yang hari ini jadi menteri investasi kepala BKPM kan saya, bukan Tom. Jadi itu pikirannya keliru. Buktinya [khawatir] apa? Pembangunan IKN kan jalan, ada hotel, rumah sakit, mall, sports center,” tegasnya kepada awak media di Balai Kartini, Kamis (7/12/2023). 

Meski investor asing diketahui belum masuk ke IKN, Bahlil menjelaskan bahwa investor dari luar negeri baru akan mulai membangun pada tahap II atau setelah upacara 17 Agustus 2024 mendatang. 

Investor dari sejumlah negara seperti Arab Saudi, China, dan Korea sudah ‘memesan’ tanah di IKN untuk dilakukan pembangunan. Namun, pemerintah masih mengkhususkan pembangunan tahap pertama untuk investor dalam negeri. 

“Saya diperintah presiden untuk di kluster A memprioritskan kepada pengusaha dalam negeri agar tempat premium itu dikuasai oleh anak-anak negeri sendiri. Mereka [asing] akan masuk dalam tahap kedua setelah kita upacara di 17 Agustus. Tapi tanahnya sudah diclearkan,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper