Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Duh! Harga Pangan Diprediksi Naik hingga 75% Jelang Nataru

Pedagang pasar meminta pemerintah melakukan intervensi harga sehingga harga pangan tak naik signifikan selama periode Nataru.
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Eusebio Chysnamurti
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Eusebio Chysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) memperkirakan harga pangan naik hingga 75% jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ketua Umum DPP Ikappi, Abdullah Mansuri, menyampaikan, permintaan biasanya mulai meningkat satu minggu hingga tiga hari menjelang Natal dan berakhir setelah tahun baru. 

Oleh karena itu, Abdullah Mansuri meminta pemerintah untuk melakukan intervensi harga sehingga harga beberapa komoditas pangan tak naik signifikan selama periode Nataru.

“Kami mendorong agar pemerintah mempercepat, memperkuat produksi, dan melakukan pendataan ulang tentang produksi sebelum permintaan tinggi natal dan tahun baru terjadi,” kata Abdullah Mansuri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/12/2023).

Menurut data Ikappi, harga beberapa kebutuhan pangan di 7 Desember 2023 masih tinggi. 

Cabai TW dilaporkan hingga Rp120.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp100.000 per kilogram hingga Rp120.000 per kilogram, ayam Rp40.000 per kilogram, gula Rp18.000 per kilogram, bawang putih Rp37.000 per kilogram, dan bawang merah Rp35.000 per kilogram. 

Sementara itu, lanjut dia, beberapa komoditas yang tak kunjung mengalami penurunan harga antara lain, daging, telur, sayur mayur, dan tomat. 

Komoditas ini tercatat mengalami kenaikan harga, yang biasanya di level Rp15.000 per kilogram sekarang menjadi Rp20.000 per kilogram. 

Adapun, Ikappi saat ini belum melihat adanya kenaikan permintaan pada beberapa komoditas tersebut.

“Tetapi komoditas ini dipengaruhi oleh produksi yang minim, produksi yang kurang sehingga harga naik,” ujarnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper