Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Di Balik Defisit Transaksi Berjalan dan UMP 2024

Defisit transaksi berjalan menjadi salah satu berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Rabu, (22/11/2023).
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Berlanjutnya defisit transaksi berjalan menggambarkan tantangan eksternal perekonomian Indonesia masih membayangi. Namun, perbaikan perdagangan luar negeri dan masuknya aliran modal asing menjadi harapan baru bagi stabilitas rupiah.

Kelanjutan defisit transaksi berjalan ini dikhawatirkan akan membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk mengerek suku bunga acuan, meski sejumlah ekonom menilai bank sentral masih memilih menahan suku bunga.

Ulasan di atas menjadi salah satu berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Rabu (22/11/2023). Selain itu, beberapa sajian komprehensif lainnya yang layak untuk menjadi referensi pembaca. Berikut selengkapnya.

1. Masih Ada Harapan di Balik Transaksi Berjalan

Bank Indonesia (BI) mencatat neraca transaksi berjalan (current account) Indonesia pada kuartal III/2023 mencatatkan defisit US$900 juta atau setara dengan 0,2% dari PDB. Defisit itu masih lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya senilai US$2,2 miliar atau 0,6% dari PDB.

Neraca pembayaran Indonesia (NPI) dilaporkan defisit US$1,5 miliar pada kuartal III/2023 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal itu mengindikasikan besarnya dampak ketidakstabilan ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan neraca transaksi berjalan yang membaik didukung oleh perbaikan kinerja perdagangan barang dan jasa.

Sejalan dengan itu, kinerja transaksi modal dan finansial membaik, tercermin dari defisit US$0,3 miliar atau 0,1% dari PDB, jauh lebih rendah dari dengan defisit US$4,8 miliar atau 1,4% dari PDB pada kuartal sebelumnya.

2. Mencari Sebab Investor Belum Realisasi Komitmen di IKN

Kendati tahun tak lama lagi berganti, investor asing dari berbagai negara belum juga merealisasikan komitmen investasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Kalimantan Timur.

Badan Otorita IKN setidaknya telah menerima begitu banyak minat alias ketertarikan asing terhadap investasi di IKN. Hal ini dibuktikan melalui 305 Letter of Intent (LoI) yang masuk ke Negara. 172 LoI di antaranya berasal dari investor dalam negeri dan sisanya 133 LoI dari investor asing.

Para pemodal asing itu berasal dari berbagai negara yang tersebar di Asia, seperti Singapura, Jepang, Malaysia, China, Korea. Kemudian, Amerika, Finlandia, Spanyol, Uni Emirates Arab, Timur Tengah, Belanda, Jerman, dan lain-lain.

Singapura tercatat sebagai negara terbanyak yang menyatakan minatnya hingga 27 LoI. Teranyar, pekan depan, terdapat calon investor asal Rusia akan mengunjungi IKN. Lalu, apa yang menyebabkan investasi para taipan asing ini urung dilakukan?

3. Peluang & Tantangan Diversifikasi Asuransi ke Bisnis Hijau

Industri asuransi dapat menggencarkan diversifikasi dengan pengembangan produk asuransi yang dibutuhkan untuk bisnis hijau. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk sustainable finance.

Seiring dengan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perasuransian Indoensia 2023-2027, OJK juga telah menyampaian asuransi dapat menawarkan produk sustainable finance, misalnya saja panel tenaga surya dan asuransi terumbu karang.

Menyoal dengan poin tersebut, pelaku industri juga telah memastikan dukungan. Misalnya saja, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) atau Tugu Insurance mengaku mendukung produk sustainable finance.

Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat berharap perusahaan menjadi lokomotif di industri asuransi terkait dengan sustainable finance. Saat ini, Tugu Insurance masih mendefinisikan dan mengkaji kategori yang dimaksud dengan produk sustainable finance.

Untuk meluncurkan produk tersebut, Tatang menyampaikan bahwa Tugu Insurance membutuhkan proses yang panjang, di mana perusahaan perlu melakukan riset terkait kebutuhan pasar dan nasabah.

4. Siasat Grup Astra Bersaing di Lini Bank Digital

Grup Astra sudah memiliki rencana besar sebelum memutuskan untuk kembali merambah lini bisnis perbankan, setelah sebelumnya sempat meninggalkan industri ini. Perseroan pun sudah mempersiapkan langkah agar tidak sekadar menjadi pemain pinggiran di sektor ini.

Grup Astra kali ini memasuki bisnis bank dengan format baru, yakni bank digital. Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) selaku induk konglomerasi Grup Astra pernah memiliki 44,56% saham PT Bank Permata Tbk. (BNLI). Namun, pada 2020 aset tersebut dijual kepada Bangkok Bank senilai Rp16,83 triliun.

Tahun lalu, Astra kembali memasuki bisnis bank dengan mengakuisisi PT Bank Jasa Jakarta (BJJ). Astra berniat membidik pasar perbankan yang berbeda kali ini, yakni bank digital. Oleh karena itu, bank ini kemudian disulap menjadi bank digital dengan platform barunya yakni Bank Saqu.

"Ini jadi milestone penting hadirkan layanan perbankan digital, setelah sebelumnya Astra masuk ke BJJ pada September 2022 lalu," kata Direktur Astra sekaligus Director-in-Charge Astra Financial, Suparno Djasmin. Bagaimana siasat Grup raksasa ini bersaing di perbankan digital?.

5. Harapan Buruh Hadapi Kenyataan Dunia Usaha

Sebanyak 28 dari 38 provinsi menetapkan upah minimum provinsi atau UMP 2024. Harapan para buruh menghadapi kondisi riil dunia usaha yang masih lesu.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyatakan hingga pukul 17.08 WIB sebanyak 28 provinsi dari 38 provinsi telah mengirimkan salinan Surat Keputusan Gubernur mengenai penetapan upah minimum provinsi atau UMP 2024.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kemenaker Indah Anggoro Putri mengatakan hingga saat ini, Kemenaker telah mengantongi 28 Surat Keputusan Gubernur terkait penetapan upah minimum provinsi 2024.

"Kenaikan upah minimum terendah sebesar Rp35.750 sedangkan kenaikan tertinggi sebesar Rp223.280," kata Indah dalam Ngobrol Bareng Dirjen PHI dan Jamsos Kemenaker RI.

Dia mengungkapkan persentase kenaikan UMP terendah 1,2%, sedangkan yang tertinggi 7,5%. Indah menegaskan, angka tersebut merupakan angka sementara lantaran masih ada 10 provinsi lagi yang belum melaporkan hasil keputusannya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rayful Mudassir
Editor : Rayful Mudassir
Sumber : Bisnisindonesia.id
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper