Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Banjir Investasi Asing di IKN Tunggu Infrastruktur Kelar

Hingga jelang tutup tahun 2023, realisasi investasi IKN yang berhasil dijaring diklaim sebesar Rp45 triliun.
Presiden Joko Widodo saat meninjau proyek jalan tol IKN (1/11/2023) - Foto: BPMI Setpres.
Presiden Joko Widodo saat meninjau proyek jalan tol IKN (1/11/2023) - Foto: BPMI Setpres.

Bisnis.com, JAKARTA- Pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN membutuhkan dana sedikitnya Rp372,8 triliun dalam tempo sepuluh tahun. Sedangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN bakal urunan Rp93,2 triliun, sisanya merupakan investasi asing dan dalam negeri.

Persoalan kemudian, hingga jelang tutup tahun 2023, realisasi investasi IKN yang berhasil dijaring diklaim sebesar Rp45 triliun. Realisasi investasi itu terbilang wajar, mengingat masih tersisa waktu panjang guna menggenapi modal pembangunan IKN.

Sejauh ini, pemerintah mengklaim komitmen investasi dari pihak swasta cukup besar, baik berasal dari dalam negeri maupun asing. Mengacu data OIKN, saat ini telah ada 305 Letter of Intent (LOI) yang terdiri dari 172 kesepakatan investor domestik dan 133 dari investor asing.

Singapura tercatat sebagai negara terbanyak yang menyatakan minatnya hingga 27 LOI. Teranyar, terdapat kabar investor potensial dari Rusia akan mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) pada pekan depan.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono alam acara Media Briefing, Senin (20/11/2023). Agung mengatakan, sebagai world class city for all, IKN terbuka untuk investor manapun, termasuk Rusia. 

“Senin atau Selasa [pekan depan] bahkan ada investor potensial dari Rusia mau datang ke IKN, jadi [bagi investor] Amerika kita terbuka, [investor] Rusia kita terbuka, jadi betul-betul we are world class city for all,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai total investasi yang mengalir ke proyek IKN masih cukup baik.

Tenaga Ahli Menteri Investasi Rizal Calvary Marimbo menyatakan proyek yang tidak dapat jadi dalam satu hari satu malam layaknya legenda 'Roro Jonggrang'. Bahkan, pembangunan IKN butuh waktu lebih dari 10 tahun hingga rampung seluruhnya.  

“Rp372 triliun itu masih long term, bukan tahun ini saja, jangka panjang. Kalau kami lihat sudah ada Rp45 triliun itu malah bagus, artinya ada progres yang signifikan tahun ini. Ini juga bukan proyek Roro Jonggrang,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (20/11/2023).

Terlebih, dia mengatakan dana pembangunan dari APBN yang sekitar Rp93,2 triliun diberikan secara bertahap setiap tahunnya.  Mengingat pembangunan saat ini pun juga terus dilakukan secara bertahap, mulai dari infrastruktur dasar, seperti jalan yang menjadi fasilitas utama dalam pembangunan lainnya.  

“Pak Jokowi tahu sekali mana saja yang membangkitkan optimisme, investor itu memang sedang antre untuk menunggu infrastruktur jadi. Akses material untuk membangun sebuah gedung kan butuh jalan,” tegasnya. 

Di samping hal itu, Rizal menegaskan bahwa pembangunan untuk Istana Negara yang dipersiapkan untuk upacara 17 Agustus 2024, segera rampung. Untuk itu, dirinya meminta masyarakat untuk bersabar dalam pembangunan IKN, di samping pemerintah yang terus menarik investasi masuk.  

Adapun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun memang telah menekankan bahwa penyelesaian pembangunan IKN bukan dalam waktu dekat, tetapi baru dapat terwujud dalam kurun waktu 15 hingga 20 tahun mendatang.  "Ya, ini perkiraan saya 15 sampai 20 tahun proyek IKN Nusantara. Jadi, di negara mana pun [yang membangun ibu kota baru] ya kira-kira 15 sampai 20 tahun,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper