Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dilepas Pertamina Geothermal (PGEO), Blok Panas Bumi Nage Dilelang Ulang

Kementerian ESDM bakal melelang dua blok panas bumi hasil pengeboran awal pemerintah atau government drilling akhir tahun ini.
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy/JIBI-Nurul Hidayat
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy/JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal melelang dua wilayah kerja panas bumi (WKP) hasil pengeboran awal pemerintah atau government drilling akhir tahun ini. 

Dua WKP itu di antaranya Nage, terletak di Ngada, Nusa Tenggara Timur dan Cisolok Cisukarame, Jawa Barat. Blok Nage awalnya telah ditawarkan kepada PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) saat lelang akhir tahun lalu. Belakangan perusahaan pelat merah itu mundur. 

“Sekarang kami sedang melakukan market sounding untuk memastikan bahwa WKP yang akan ditawarkan ada peminatnya,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priaadi saat dikonfirmasi, Senin (6/11/2023). 

Yudo menuturkan, kementeriannya telah menerima konfirmasi ketertarikan dari sejumlah calon pengembangan untuk dua blok panas bumi yang ditawarkan tersebut. Selain itu, Yudo menambahkan, penawaran juga dilakukan untuk beberapa lapangan penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (PSPE). 

“Selain penawaran WKP juga ada beberapa penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi yang akan ditawarkan,” kata dia. 

Kedua blok panas bumi itu hasil dari government drilling dari Badan Geologi Kementerian ESDM pada 2021. WKP Nage dengan luasan kerja 10.410 hektare (ha) itu memiliki cadangan terduga sebesar 46 megawatt ekuivalen (MWe), angka daya setrum itu diperoleh lewat hasil pemboran dua sumur slim hole program government drilling sebelumnya. 

Adapun, perkiraan temperatur reservoir dari WKP itu berada di rentang 278 sampai dengan 2.840 derajat Celcius. Dengan rencana kapasitas pengembangan sebesar 20 MWe. 

Sementara itu, WKP Cisolok Cisukarame bersama dengan Awi Bengkok atau Gunung Salak dan Jampang menjadi tiga titik area di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang diduga memiliki cadangan panas bumi kurang lebih sekitar 750 MW.

Seperti diberitakan sebelumnya, pertimbangan risiko dan keekonomian lapangan menjadi alasan PGEO tidak melanjutkan penawaran. 

“Terdapat beberapa faktor dari sisi risiko maupun keekonomian yang menjadi pertimbangan sehingga perseroan tidak menindaklanjuti penawaran tersebut,” kata Sekretaris Perusahaan PGEO Kitty Andhora kepada Bisnis, Selasa (17/10/2023).

Kementerian ESDM saat ini tengah menyiapkan infrastruktur dan lokasi pengeboran di Sumani, Sumatra Barat dan Banda Baru, Maluku berkaitan dengan kelanjutan program government drilling

Pada daerah Sumani penyiapan lahan belum berlanjut lantaran belum adanya kesepakatan harga lahan. Di sisi lain, pengerjaan untuk Banda Baru mesti ditunda ke 2024 lantaran usulan pengeboran landaian suhu dengan mempertimbangkan prospek Banda Baru yang masuk area potensi nonvulkanik. 

Nantinya sepanjang 2024, terdapat kegiatan penyiapan lahan dan infrastruktur untuk WKP Tampomas dan WKP Sipaholon Ria-Ria, dan juga melaksanakan evaluasi komprehensif untuk program government drilling. 

“Pada tahun 2025, akan direncanakan untuk melaksanakan pengeboran pada WKP Tampomas dan WKP Sipaholon Ria-Ria,” kata Sekretaris Jendral Kementerian ESDM Dadan Kusdiana kepada Bisnis, Selasa (17/10/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper