Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pelita Air Belum Rasakan Dampak Pelemahan Rupiah

Pelita Air menyebut belum ada dampak dari pelemahan Rupiah terhadap operasional perusahaan.
Pelita Air menggunakan pesawat A320./ Dok. Istimewa
Pelita Air menggunakan pesawat A320./ Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Maskapai penerbangan PT Pelita Air Service (Pelita Air) menyebut tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum mempengaruhi operasional perusahaan.

Maskapai penerbangan entitas anak PT Pertamina (Persero) tersebut juga optimistis potensi kenaikan biaya operasional akibat pelemahan nilai tukar ini dapat ditutupi dengan potensi kenaikan penumpang selama masa libur akhir tahun.

Direktur Utama Pelita Air Dendy Kurniawan menjelaskan, sejauh ini tren pelemahan nilai tukar rupiah belum memiliki dampak signifikan terhadap operasional perusahaan. 

Dia menuturkan, saat ini biaya operasional perusahaan masih terkendali. Hal tersebut karena biaya sewa dan perawatan pesawat yang hanya sekitar 30 persen dari total biaya operasi perusahaan jika dikonversi menjadi dolar AS.

“Artinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sejauh ini sekitar 7 persen hanya menaikkan biaya operasional kami sebanyak 2,1 persen,” jelas Dendy saat dihubungi pada Selasa (24/10/2023).

Dendy melanjutkan, kenaikan biaya tersebut dinilai dapat dikompensasi perusahaan dengan peningkatan pendapatan. Apalagi, saat ini telah memasuki periode akhir tahun yang merupakan peak season untuk sektor penerbangan.

Dia berharap musim liburan akhir tahun dapat meningkatkan keuntungan dan pendapatan Pelita Air. Hal tersebut agar perusahaan dapat menutupi kenaikan biaya operasional akibat pelemahan nilai tukar dan juga harga bahan bakar.

Dendy melanjutkan, potensi peningkatan pendapatan Pelita Air sepanjang akhir tahun ini juga cukup positif. Hal tersebut tercermin dari tingkat keterisian bangku pesawat Pelita Air yang menunjukkan tren positif memasuki akhir tahun.

“Pada kuartal III/2023 tingkat keterisian pesawat kami mencapai 83 persen. Sementara untuk Oktober saja sudah mencapai 87 persen,” kata Dendy.

Adapun, Pelita Air juga baru kembali menambah armada baru berupa pesawat jenis Airbus A320. Dia mengatakan, pesawat ini adalah yang ke-9 dari total 11 unit yang sudah dipesan untuk 2023. 

Dendy menambahkan, pesawat yang ke-10 dan ke-11 akan tiba pada pekan keempat November 2023. 

Dia menjelaskan, penambahan armada ini dilakukan seiring dengan amanat dari pemerintah untuk terus meningkatkan konektivitas udara nasional. Hal ini juga didukung oleh tingginya animo masyarakat terhadap Pelita Air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper